Lompat ke isi utama
poster galang dana yang dilakukan oleh difabel

Indonesia Berduka Masyarakat Difabel Ajarkan Peduli dengan Beragam Cara

Solider.id - Awal tahun 2021, Indonesia marak ditimpa beragam musibah dan bencana di banyak lokasi. Mulai dari musibah jatuhnya pesawat terbang sebuah maskapai rute Jakarta – Pontianak, bencana gempa bumi di Sulawesi Barat, banjir di Kalimantan Selatan, tanah longsor di Sumedang – Jawa Barat, Erupsi gunung di Jawa Tengah, dan musibah serupa di beberapa lokasi lainnya di tanah air. Seperti berantai, peristiwa alam yang mengguncang Indonesia dalam waktu berdekatan. Kondisi ini mencuri perhatian semua pihak untuk turut membantu, baik secara tenaga, pikiran, doa, maupun secara bantuan materi.

Pun demikian dengan Miftahul Jannah. Atlet blind Judo Indonesia Asian Para Games 2018, secara inisiatif pribadi Miftah begitu sapaan akrab gadis asal Aceh ini, juga menggagas penggalangan dana. Menurut rencananya, setiap donasi yang masuk dan terkumpul akan di salurkan untuk para korban gempa di Sulawesi Barat dan korban banjir di Kalimantan Selatan.

“Iya ini inisiatif Miftah, gerakan dari hati Miftah,” katanya, saat ditanyakan awal ide penggalangan dana tersebut oleh kontributor Solider.id melalui whatsapp pada Rabu (20/1)

Lebih luas Miftah memaparkan ajakan untuk berdonasinya, dalam kondisi Indonesia berduka ini, ia hendak mengajak semua orang supaya mau menyisihkan sedikit rezekinya untuk para korban terdampak bencana, khususnya korban gempa di Selawesi Barat dan korban banjir di Kalimantan Selatan.   

Selain mencantumkan nomor rekening untuk donasi, transparansi lain juga disampaikan dengan jelas. Diantaranya: seluruh informasi dana yang masuk akan di publikasikan di akun instagramnya, berikut informasi bukti penerimanya. selain itu, jangka waktu untuk berdonasi pun hanya akan dibatasi selama dua pekan saja.

“Saya sengaja memberikan batas waktu untuk berdonasinya, agar proses penyalurannya pun lebih cepat pula,” terangnya.

Berikut adalah broadcast teks sebagai pelengkap informasi dari Eposternya

Assalamualaikum wr wb.

Perkenalkan  saya  Miftahul Jannah  atlet blind Judo Indonesia  Asian Para Game 2018.

Dalam kesempatan ini saya menginformasikan  terkait dengan bencana yang sedang melanda Sulawesi Barat yaitu gempa bumi dan Kalimantan Selatan yaitu bencana banjir. Dengan ini saya  hendak mengajak saudara-saudara untuk menyisihkan sedikit rezekinya untuk saudara-saudara kita yang sedang terdampak pada bencana tersebut.

 

Infomasi:

  1. Pengiriman donasi bisa melalui

Bank  BCA  a/n Miftahul Jannah Nomor Rekening 1980189127

 

  1. Informasi dana yang masuk dipublikasikan di-Instagram  Miftahul_judo

 

  1.  Sertakan bukti pengiriman ke no Telfon/WA: 082165652871

 

  1.  Bukti penerima akan di informasikan di-Instagram  Miftahul_judo

 

  1. Batas waktu yang di tentukan adalah dua minggu setelah dipublikasikan

 

Saya mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudara atas kesempatannya yang sudah menyisihkan sedikit rezekinya.  Insya Allah rezeki kita akan dilipat gandakan oleh Allah  Swt.

Terima kasih.

 

Miftah mengajarkan kepedulian dan rasa kemanusiaan seperti ini bukan lah untuk kali pertama. Sebelumnya ia juga pernah melakukan hal serupa, dengan cara melelang baju Dogi yang pernah dipakainya saat turnamen Blind Judo Asian Para Games 2018 untuk berdonasi. Ia juga menyampaikan dengan transparansi informasi diberbagai media, termasuk di media sosial pribadinya. Tindakan ini, sebagai bukti nyata difabel pun ikut hadir untuk membantu negara.

Ajakan kepedulian terhadap korban bencana alam juga pernah dilakukan Eko Septiardi, S.Kom (34) asal Yogyakarta. Eko menyampaikan, giat kebencanaan maupun kegiatan sosial lainnya yang pernah ia lakukan bukanlah sebuah ketertarikan semata untuk terjun di dunia tersebut. Semua yang dilakukannya adalah untuk menyalurkan rasa kepedulian yang tertanam dalam dirinya.

“Dulu saya bergabung dari satu komunitas ke komunitas lain dalam giat penggalangan dana, baik untuk kebencanaan atau kegiatan sosial lain,” kata pria yang akrab disapa Eko Gading ini, kepada kontributor Solider.id melalui pesan whatapp.

Secara pengalaman, Eko hadir dalam beberapa giat kebencanaan, seperti gempa bumi di Palu Donggala 2018 silam, banjir di Gunung Kidul Yogyakarta dan gempa bumi di Banten pada 2019 lalu. Dirinya turut ambil bagian dalam penggalangan dana hingga proses penyaluran di lokasi-lokasi bencana tersebut.

“Suka duka di lapangan banyak sekali. Melihat dan mengetahui langsung kondisi orang-orang di barak pengungsian, apalagi melihat anak-anak kecilnya. Ada kebanggaan tersendiri sebagai difabel bisa ikut membantu berkontribusi walau belum banyak,” sambungnya.

Hal serupa juga dilakukan oleh Heryadi asal Kota Bandung, salah satu aktivis yang pergerakannya dalam bidang kemanusiaan. Ia ikut dalam tim evakuasi untuk korban tanah longsor yang terjadi di Cimanggung Sumedang-Jawa Barat pekan kemarin.

“Saya ikut sampai akhir untuk longsor yang terjadi di Cimanggung kemarin, untuk yang longsor susulan yang sekarang baru terjadi lagi dan masih dari daerah Sumedang, saya dan tim tidak dikirimkan,” pungkasnya.

Miftahul Jannah, Eko Gading dan Heryadi memiliki cara berbeda untuk membantu korban bencana alam yang terjadi di tanah air. Akan tetapi, ajaran mereka semuanya sama yaitu mengajak kepada seluruh masyarakat untuk peduli terhadap peristiwa kebencanaan, mengajak masyarakat untuk turut membantu saat bangsa Indonesia tengah berduka oleh runtutan bencana alam.[]  

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor     : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.