Lompat ke isi utama
ilustrasi pemberdayan difabel di Madiun

Difabel Manfaatkan Limbah Tani Ternak

Solider.id, Madiun – Sekelompok Difabel di Dukuh Kedung Gong, Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Madiun memiliki usaha ternak dengan memanfaatkan limbah pertanian dan peternakan. Didik Yudianto, saat dihubungi Solider melalui sambungan telepon pada Sabtu (23/1) menyatakan bahwa saat ini tengah dilakukan program pemberdayaan ekonomi Difabel dan keluarganya dengan memanfaatkan lahan di kampung.

Lebih lanjut Difabel low vision yang menjadi ketua kelompok ini menyatakan bahwa program ini didanai oleh Pemerintah Australia melalui Australia Alumni Grant Scheme (AGS). Saat ini anggota kelompoknya sudah mencapai 41 orang, yang bahkan ada beberapa di antaranya dari kecamatan lain.

“Utamanya kami beternak domba dan kambing, tetapi jenis hewan ternak lain juga bisa kami jangkau. Selain memanfaatkan lahan kosong seperti sekitar rumah untuk menanam pakan ternak. Kami juga membuat pakan olahan dari rumput, juga limbah pertanian misalnya gulma untuk dibuat pakan ternak olahan,” jelas laki-laki yang juga berprofesi sebagai dokter hewan ini.

Dia menuturkan bahwa dengan menerapkan teknologi untuk membuat pakan ternak olahan peternak tidak harus pergi mencari rumput setiap hari. Karena pakan ternak olahan ini bisa awet hingga berhari-hari. Selain memanfaatkan limbah pertanian, kelompok ini juga memanfaatkan limbah ternak untuk membuat pupuk kompos. Pupuk ini biasanya digunakan sendiri, dan dipasarkan pada penjual tanaman hias.

Dalam mengembangkan usaha kelompok tani yang dipimpinnya, dia menyatakan menggandeng sejumlah pihak seperti Dinas Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Lingkungan Hidup, Perhutani, Pengusaha Pertanian dan Peternakan, Masyarakat, Perhutani dan Organisasi Masyarakat Sipil. Dari Perhutani, kelompok ini mendapat fasilitas pinjam pakai lahan untuk ditanami rumput. Selain itu dia juga mengaku beberapa waktu lalu kelompok ini mendapat bantuan kambing dari sebuah yayasan di Madiun.

“Program AGS ini berlangsung selama setahun mulai September kemarin. Namun karena pandemic ini, aktivitas yang melibatkan banyak orang terpaksa kami tunda dulu seperti penyuluhan dan workshop,” pungkasnya.[]

 

Reporter: Ida Putri

Editor     : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.