Lompat ke isi utama
salah satu posko TRK yang bergrak pascabencana

Memberi Ruang Potensi Difabel dalam Mengurus Kebencanaan

Solider.id - Indonesia merupakan salah satu negara yang tergolong sebagai wilayah teritorial sangat rawan terhadap bencana alam. Selain dipandang dari sisi letak geografis dan sebagian daerahnya berada di lintasan garis khatulistiwa, di negara ini juga masih banayak  gunung berapi yang masih aktif, baik di bawah laut maupun di daratan tinggi. Bencana alam yang mudah sekali terjadi diantaranya gempa bumi, stunami, erupsi gunung, banjir bandang, atau kebakaran lahan hutan, tanah longsor, hingga tanah bergerak.

Sangat tepat, untuk warga yang tinggal di Indonesia mengetahui bahkan mempelajari tentang bagaimana mitigasi bencana. Hal ini merupakan serangkaian upaya guna mengurangi tingkat risiko bencana, dan dapat dilakukan melalui pembangunan fisik ataupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Edukasi ini juga penting diberikan kepada masyarakat rentan, termasuk masyarakat difabel.

Seperti yang disampaikan Dodo Zakaria (47) dari tim Unit Reaksi Cepat – UCR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, melalui pesan whatsaap kepada kontributor Solider.id pada Jum’at (22/1)

Dodo Zakaria merupakan salah satu difabel yang memiliki profesi dan potensi dalam mengurus kebencanaan di tanah air. Ia menyampaikan sedikit cara menghadapi bencana yang terjadi yaitu dengan kenali bahayanya untuk mengurangi tingkat risikonya.

“Contoh kalau ada gempa lindungi kepala. Saat terjadi gempa hindari benda, ruangan atau tempat yang menggunakan material kaca. Bisa juga masuk kolong meja, dan saat berhenti goncangan gempanya, carilah tempat terbuka untuk meminimalisir risiko,” papar Dodo yang juga menjabat sebagai Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Ciamis.

Dalam menghadapi kebencanaan, masyarakat rentan khususnya, masyarakat difabel memiliki tingkat risiko yang jauh lebih besar sebagai korban. Bukan hanya sebatas pada hal pengevakuasian, di lokasi pengungsian pun masih luput dari perhatian. Mobilitas serta gerak yang terhambat oleh kedifabelan yang dimilikinya, menjadi salah satu faktor penyebab pasifnya memperolaeh bantuan dalam bentuk apapun. Sehingga tidak jarang, mereka yang sering terabaikan.

Mengorganisir potensi difabel dalam mengurus kebencanaan

Tim Relawan Kemanusiaan (TRK) Inklusi merupakan contoh wadah yang mengoranisir potensi difabel dalam mengurus kebencanaan. Tim ini bukan sekedar menghimpun donasi semata, melainkan memberdayakan potensi difabel, khususnya yang ada di lokasi bencana untuk menolong yang sering terabaikan.

Disampaikan Ishak Salim, salah seorang penggagas Tim Relawan Kemanusiaan Inklusi dari Makasar, tim relawan kemanusiaan inklusi ini merupakan komitmen idiologis dari para aktivis difabel yang terbentuk sejak stunami Donggala Palu Sulawesi Tengah 2018. Sementara untuk lidingnya sendiri adalah mereka para difabel atau organisasi difabel yang berada paling dekat dengan lokasi bencana atau mereka para difabel yang berada di daerah korban bencana.

“Saat itu kami menghimpun donasi, kemudian membelanjakan dan membawa ke Palu. Kami membentuk posko bantuan yang berbasis organisasi disabilitas di wilayah bencana melalui PPDI dan HWDI Sulteng. Peran TRK Inklusi menghimpun donasi, membelanjakan, men-set up pos bantuan di lokasi bencana,” katanya.

Ishak juga menambahkan, Tim Relawan Kemanusiaan Inklusi untuk respon bencana Selawesi Barat pun diaktifkan kembali. Bersama organisasi difabel yang ada di Makassar berkoordinasi dengan organisasi difabel yang ada di Mamuju, tim ini membantu men-set up pos induk dan bergabung bersama mereka dengan satu konsep yaitu menjadi posko induk yang menerima bantuan barang, membentuk tim kerja, ada koordinator, ada penghubung-penghubung, ada yang mengurusi gudang, yang mengatur distribusi, yang melakukan pendataan, dan tim lain yang mungkin akan dibutuhkan selama berfungsi pos induk tersebut.

“Saat ini sudah ada proses pendataan, yang hingga Kamis (21/1) sudah terdata 150 difabel dan keluarga difabel yang terdampak di sana. Dari data itu nanti akan dianalisis dan dibuat rencana respon. Ada beberapa organisasi yang berjanji menyuport kegiatan TRK Inkusi,” sambung Ishak.

Belajar dari bencana Palu, pada saat ini pun Tim Relawan Kemanusiaan Inklusi mengajak, menyuport para organisasi difabel yang ada di wilayah korban bencana untuk men-set up organisasi mereka agar mampu dalam pengurusan bencana. Bukan berarti menjadi tenaga kerja organisasi-organisasi luar dalam merespons bencana. Akan tetapi, organisasi difabel yang ada di sana dalam payung TRK Inklusi ini, bisa memiliki kapasitas setara dengan organisasi lainnya.

“Bukan orangnya dicomot satu-satu yang kemudian menjadi tenaga kerja lapangan. Kami berharap organisasi difabel menjadi kapabel mempunyai kapasitas ketika merespon bencana,” pungkasnya.

Sementara, informasi dari lokasi gempa Mamuju Sulawesi Barat yang berhasil dihubungi langsung pada satu hari paska bencana terjadi, Shafar Malolo dari organisasi penggerak difabel di Mamuju yang saat ini menjadi sektor lini dari Tim Relawan Kemanusiaan Inklusi di wilayah bencana, mengabarkan dirinya dan keluarga termasuk korban selamat dari bencana gempa yang terjadi pada Kamis (14/1) dini hari tersebut.

“Saya dan keluarga selamat, hanya masih belum mendapatkan informasi dari teman difabel lainnya terkait kondisi mereka,” terang Shafar.

Satu pekan berlalu dari kejadian gempa Sulawesi Barat, Tim Relawan Kemanusiaan Inklusi masih terus bergerak di lokasi bencana. Proses pendataan difabel dan keluarga difabel yang terdampak pun sudah mulai terekap. Posko induk sebagai wadah penerimaan donasi masih terus siaga, baik sebagai akses penghimpunan donasi hingga penyalurannya. Mereka menjadi contoh nyata, para difabel yang memiliki pontensi dalam mengurus kebencanaan yang terjadi di wilayahnya. Konsep ini pun dapat diduplikasi oleh para difabel di daerah lain, sebagai salah satu upaya antipasi siaga terhadap kemungkinan adanya bencana.[]  

 

Reporter: Srikansi Syamsi

Editor      : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.