Lompat ke isi utama
founder difabikee dan istri sedang berfoto di pelaminan

Founder Difa Bike Triyono Mengakhiri Masa Lajangnya

Solider.id, Yogyakarta - Cinta adalah hal indah yang pantas dinikmati dengan orang yang tepat, apa pun situasinya, apa pun kondisinya. Apakah difabel  ataupun non difabel, semua layak mendapatkan cinta.

 

Adalah Triyono, pria pengguna kruk penyangga tubuh, founder Difa Bike (ojek online motor roda tiga), akhirnya mengakhiri masa lajangnya. Bertepatan dengan hari kebangkitan nasional (20/5), sarjana peternakan itu mempersunting Leni Erwati, perempuan non difabel, sarjana ilmu keperawatan.

 

Pernikahan dilangsungkan di kediaman keluarga mempelai perempuan, beralamat di Krajan XV RT 005/035, Sidoluhur, Godean, Sleman. Janur kuning melengkung dipasang di depan mulut gang. Tak sampai 5 meter dari mulut gang, tampak sebuah halaman berukuran 6 x 9 meter, di sana terhampar karpet merah menuju pelaminan yang didesain hampir rata dengan tanah. Sengaja dibuat hanya dengan satu tangga yang tidak terlalu tinggi. Agar aksesibel bagi pengantin pria, maupun tamu-tamu difabel yang hadir. Salah seorang petugas menyampaikan pada solider.id saat itu.

 

Benar saja, beberapa difabel pengguna kursi roda maupun kruk, cukup mudah dapat mengakses pelaminan. Teman-teman pengantin  pria itu bisa memberikan ucapan selamat kepada pasangan pengantin yang selalu menebarkan senyum kala itu. Dilanjutkan dengan berfoto bersama dengan pasangan pengantin.

 

Mengisi kekurangan

Triyono, yang juga founder Demokrasi Difabel Yogyakarta serta Difa Bergerak Indonesia itu, membagikan kisahnya. Dia bercerita mengapa dia memutuskan menikah dengan pasangannya yang nondifabel.  Ia mengaku merasa nyaman dengan pasangan non difabel. Karena akan bisa mengisi kekurangannya atau melengkapi yang belum ada. Dia juga mengaku bisa menjadi  dirinya sendiri setiap kali bersama perempuan pilihannya.

 

“Sebenarnya saya tidak berpikir difabel dan non difabel. Hanya saya merasa nyaman dengan pasangan nondifabel. Dia bisa mengisi kekurangan yang saya miliki, bisa melengkapi yang saya tidak ada. Dan saya bisa menjadi diri saya sendiri setiap kali bersamanya,” ungkap Triyono.

 

Dia juga mengisahkan bahwa, pernikahannya mendapat dukungan penuh dari orang tua masing-masing. Keluarga keduanya tidak memandang kedisabilitas yang dialami Triyono sebagai sebuah permasalahan yang harus diperdebatkan.

"Maka, menikahlah dengan orang yang membuatmu bisa menjadi dirimu sendiri setiap kali bersamanya. Lihat pasangan kita sebagai pribadi yang utuh, jangan lihat dari fisik atau sampul luarnya," ujar Triyono sambal tertawa.

 

Dihadiri pejabat

Hadir dalam pernikahan Triyono dan Leni Erwati, para pejabat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka antara lain: Wakil Walikota Yogyakarta-Heroe Poerwadi, Ketua DPRD DIY-nuryadi, RB Dwi Wahyu-Komisi B DPRD DIY, Mantri Kecamatan Wirobrajan, Lurah Patangpuluhan, serta Kapolsek Wirobrajan. Bahkan hadir pula anggota DPR RI Hilmy Muhammad.

“Triyono adalah teman saya,” ujar Komisi B DPRD DIY RB Wahyu Dwi menjawab pertanyaan Solider terkait kehadirannya.

 

Selain itu, siapapun yang mengundang,  saya harus mengapresiasinya, lanjut Dwi. “Ini sebuah sikap saya menghargai siapapun, tanpa melihat latar belakang maupun kondisi fisik yang mengundang saya,” lanjutnya.

 

Bukan kasihan loh ya! Kata dia. Menurut RB Dwi Wahyu, Triyono ialah sosok manusia tangguh. Meski menggunakan kruk, dia bisa melakukan  apa saja, bahkan yang belum tentu nondifabel bisa melakukannya. Anggota dewan itu mengaku salut dan bangga pada Triyono. []

 

Reporter: harta nining wijaya

Editor    : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.