Lompat ke isi utama
pengusaha sablon difabel sedang beraktivitas

Bangkit dan Berkembanglah Difabel Pelaku Usaha!

Solider.id, Yogyakarta - Dampak gempuran Pandemi Covid 19 yang telah berlangsung satu tahun lebih, nyata telah meruntuhkan setiap sendi kehidupan. Para difabel pelaku usaha, salah satunya. Bahkan, beberapa di antara mereka ada yang terhimpit kredit. Karena usaha tidak jalan, mereka kesulitan membayar angsuran perbankan. Sebagaimana pada artikel yang telah dirilis solider.id pada tautan berikut: www.solider.id/baca/6707-difabel-pengusaha-umkm-menjerit-terhimpit-kred…">https://www.solider.id/baca/6707-difabel-pengusaha-umkm-menjerit-terhim…">www.solider.id/baca/6707-difabel-pengusaha-umkm-menjerit-terhimpit-kred…">https://www.solider.id/baca/6707-difabel-pengusaha-umkm-menjerit-terhim….

 

Dukungan pemerintah

Dalam upaya membangkitkan sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) pemerintah pusat pun terus memberikan dukungan. Kali ini melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (UKM) Republik Indonesia, membuka program stimulasi (bantuan) bagi para bagi difabel pelaku usaha.

 

Dengan tujuan sektor usaha difabel yang semasa pandemi ini tersendat, bahkan ada yang mati suri, bangkit dan mulai berjalan. Sehingga difabel pelaku usaha memiliki harapan baru untuk bertahan bahkan bisa memulai usaha.

 

Dukungan pemerintah pusat tersebut berlaku bagi seluruh difabel pelaku usaha di mana pun berada. Bagi yang berminat mengakses dukungan, agar mengumpulkan berkas fisik. Berkas dikirim melalui Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota/Kabupaten masing-masing, paling lambat tanggal 25 Mei 2021.

 

Adapun persyaratan yang diberlakukan antara lain: 1) difabel sebagai individu memiliki ide bisnis dan rintisan usaha dibidang produksi dan/atau perdagangan dan/atau jasa; 2) memiliki rencana pengembangan usaha/proposal paling sedikit memuat identitas pengusul sebagaimana tercantum pada  contoh 1, perhitungan laba/rugi, rencana penggunaan dana dan foto-foto aktivitas usaha;

3) memiliki nomor induk kependudukan (nIK) dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP), 4) berusia maksimal 45 tahun; 5) memiliki rekening tabungan yang aktif atas nama calon penerima bantuan dana bagi wirausaha; 6) memiliki nomor Pokok Wajib Pajak (nPWP) yang masih aktif atas nama calon penerima bantuan dana bagi wirausaha;

7) ) memiliki legalitas usaha minimal nomor induk berusaha (nIB) dan/atau Izin Usaha Mikro (IUM); 8) berpendidikan formal paling rendah SLTP dibuktikan dengan foto copy Ijazah; 9) memiliki sertifikat pelatihan sesuai bidang usaha atau pelatihan tentang kewirausahaan yang diselenggarakan pemerintah pusat/daerah, lembaga pendidikan pelatihan yang terdaftar paling lama 2 (dua) tahun;

10) belum pernah menerima program bantuan dana bagi wirausaha dan/atau program bantuan pemerintah lainnya dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah yang dibuktikan dengan surat pernyataan tertulis dari yang bersangkutan sebagaimana tercantum dalam contoh 2; 11) memiliki rekomendasi dari Dinas yang membdangi urusan koperasi dan UMKM Kota/Kabupaten dan surat dukungan pengantar; 12) Tidak berstatus sebagai Pegawai negeri Sipil (PnS), anggota tni, Polri, Bumn/BUMD; dan 13) Surat Keterangan Penyandang Disabilitas dari Instansi berwenang.

 

Bagi difabel pelaku usaha yang berada di wilayah Kota Yogyajarta, bisa mengubungi saluran komunikasi ke bidang Usaha Kecil Mikro pada nomer telepon (0274) 540865, 515865, 562682 ekstensi 218.[]

 

Reportere: harta nining wijaya

Editor       : Ajiwan Arief

 

Note: terlampir beberapa form isian terkait syarat mengakses dukungan.

 

The subscriber's email address.