Lompat ke isi utama
Sehk Ali Jaber sedang berfoto dengan pengurus ITMI di Yogyakarta

Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia Membagi Sepenggal Kenangan Bersama Syekh Ali Jaber

Solider.id - Ungkapan belasungkawa mengenang almarhum Syekh Ali Jaber ramai membanjiri media, baik elektonik, cetak, online, maupun media sosial. Ulama besar Indonesia telah meninggal dunia pada Kamis, (14/1) kemarin, sekitar pukul 08:38 WIB di salah satu Rumah Sakit Islam kawasan Cempaka Putih Jakarta Pusat. 

Sosok Syekh Ali Jaber, mulai berdakwah di Indonesia tahun 2008 dan 2012 resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI). Pria kelahiran Madinah, Arab Saudi, 3 Februari 1976 yang memiliki nama lengkap Syekh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber, ternyata banyak dikenal di kalangan masyarakat difabel netra. Almarhum bahkan berkali kali sempat ikut hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia – ITMI.

Ketua Umum ITMI Pusat, H. Yudi Yusfar dan anggotanya, turut memberi ucapan belasungkawa yang langsung disampaikan melalui channel YouTube. Mereka juga membagi sepenggal kenangan tentang almarhum kepada kontributor Solider melalui Voice WhatsApp. 

Yudi mengatakan, seluruh keluarga besar ITMI menyampaikan turut belasungkawa atas wafatnya Syekh Ali Jaber dan untuk seluruh keluarga besarnya yang ditinggalkan semoga diberi keikhlasan, ketabahan.

Meninggalnya Syekh Ali Jaber merupakan satu kehilangan bagi umat, karena ulama yang kharismatik, dihormati dan diterima disegala kalangan. Dalam setiap dakwahnya memberi pesan-pesan kesejukan, perdamaian dan kesatuan. Tidak pernah mengangkat hal hal yang sensitif, yang membawa perpecahan. Bahkan sebaliknya, senantiasa mendorong kesatuan dan persatuan untuk kemaslahatan.

“Tentu wafatnya beliau, bangsa Indonesia khususnya umat Islam sangat kehilangan,” tegas Yudi.  

Kenangan ITMI bersama Syekh Ali Jaber

Ungkapan Ketua Umum ITMI Pusat tadi pun, dipaparkan dengan sejumlah kenangan baik yang dirasakan selama berkali kali dipertemukan bersama almarhum.

Yudi melanjutkan, “Selain itu, sosok Syekh Ali Jaber sangat diterima oleh masyarakat difabel netra. Karena beliau menjadi salah satu orang yang sangat mendukung bagi penghafal Al-Qur’an, dan difabel netra cukup banyak yang dapat menghafal Al-Qur’an. Berkali kali juga telah mengumrahkan para difabel netra, dengan program seribu umrahnya yang sangat bermanfaat. Selain itu juga membantu pengadaan audio books atau Digital Al-Qur’an Braille yang menunjang bagi para difabel netra penghafal Al-Qur’an. Banyak kiprah dan partisipasi lainnya yang dilakukan almarhum. Semoga dengan semangat beliau, keikhlasan beliau, kita semua bisa mengambil hikmah dari ajarannya dan Allah Swt. senantiasa memberikan jalan agar kita selalu giat menghafal mempelajari isi dan kandungannya serta menjadi warga yang berguna bagi bangsa, negara dan agama.”

Almarhum pernah berkali kali turut hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan ITMI, diantaranya saat acara di Yogyakarta tahun 2016, di Jakarta tahun 2018, dan pada saat ITMI menggelar acara Musyawarah Nasional atau Munas tahun 2019 di Cimahi Jawa Barat, almarhum hadir diawal pembukaan kegiatan tersebut.

“Di Yogyakarta 2016 saat itu ITMI ada event seminar wirausaha dan Musyawarah Dewan Pleno Nasional ITMI. Satu hari sebelum kegiatan berlangsung, Syekh Ali Jaber mengisi tausiyah. Beliau memberikan motivasi tentang berbuat baik, melaksanakan sholat dan perintah agama, bahkan ada semacam doorfrize siapa yang bisa menghafal sebuah hadist yang beliau sampaikan akan diberi uang. Dan waktu itu ada beberapa orang difabel netra yang bisa menghafal hadist secara cepat, Syekh Ali memberikan uangnya. Selain mengisi tausiyah, beliau juga membagikan Digital Al-Qur’an Brlaille,” kenang Yudi.

Ungkapan belasungkawa ITMI dari daerah untuk Syekh Ali Jaber

“Saya pribadi mengucapkan turut berbelasungkawa atas berpulangnya Guru kita semua, Syekh Ali Jaber. Semoga segala amal salehnya diterima Allah Swt. diampuni segala macam dosanya dan di tempat di dalam Surga Allah Swt.” Ungkapan tersebut disampaikan Fidi Andri Rukmana (34), salah satu anggota ITMI dari Aceh.

Fidi juga menambahkan, sebetulnya yang paling dirinya kagumi dari almarhum adalah sangat humble dan sangat menghargai dfabel netra.

“Saya sangat terharu waktu bertemu beliau dalam acara di ITMI di Yogyakarta, beliau membagikan Digital Al-Qur’an Brlaille, dan menberi callenge kepada anggota ITMI untuk ditantang hafalan hadist. Saya salah satunya yang mendapatkan hadiah dari beliau karena dalam waktu hitungan menit mampu menghafalkan hadist yang berhubungan dengan tunanetra,” kenangnya. 

Fidi juga menyampaikan ucapan belasungkawanya melalui channel You Tube Pak Guru Tunanetra, miliknya. Kenangan lain yang dibagikan Fidi adalah sebuah foto yang menggambarkan kesempatannya bersama almarhum Syakh Ali Jaber dan ditemani relawan yang di ITMI disebut alhawari.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Turur berbelasungkawa atas kepergian Syekh Ali Jaber. Beliau lah yang memberikan bantuan Al-Qur’an Digital untuk ribuan masyarakat difabel netra Indonesia, dan terbebaskan dari buta Al-Qur’an. Semoga amalnya diterima di sisi Allah Swt. diampuni dosa dosanya.” Ucapan tersebut dari Sumani, Ketua PD ITMI Ponorogo Jawa Timur.

Sumani juga menyampaikan banyak kebaikan dari almarhum yang diketahuinya selama mengunjungi ITMI, bahkan pengorbanannya untuk difabel netra bukan main main. Rencana membuatkan tongkat bicara untuk difabel netra pun sempat terdengar. Secara pribadi, Sumani hanya bertemu Syekh Ali Jaber pada kegiatan ITMI, seperti dalam acara Musyawarah Nasional atau Munas ITMI di Cimahi Jawa Barat.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka cita atas meninggalnya Syekh Ali Jaber. Beliau telah memberikan bantuan berupa Al-Qur’an Braille kepada para difabel netra muslim umumnya, dan ITMI pada khususnya. Mudah mudahan semua dosa dosa almarhum diampuni oleh Allah Swt.” Ucapan singkat yang serupa juga disampaikan Wawan Adi Handoko mewakili Pimpinan Daerah ITMI Bantul.

Syekh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang akrab disapa Syekh Ali Jaber almarhum, memang sangat dikenal sebagai penghapal Al-Qur’an. Di masa muda Syekh Ali Jaber juga sempat menjadi pesepakbola dan tergabung dalam tim lokal Nusa Tenggara Barat, Assayabab Ampenan. @seputarligina.

Pesan terakhirnya begitu memberi kesan di hati masyarakat banyak, termasuk masyarakat difabel. ‘Kemuliaan manusia bukan dilihat dari apa yang dimilikinya di dunia, tapi apa yang sudah dipersiapkannya untuk bekal di akherat kelak.’ Selamat jalan Syekh Ali Jaber.[]   

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor      : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.