Lompat ke isi utama
bebberapa difabel ikuti pelatihan

Dampak Perekonomian Pasca Pandemi Masih Dirasakan, Berbagai Potensi untuk Bangkit Dilakukan

Solider.id – Upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi terus dikembangkan oleh banyak pihak. Termasuk kepada masyarakat difabel yang terdampak kehilangan pekerjaan sebagai sumber penghasilan. Dalam upaya membangkitkan kembali finansial mereka, ragam bentuk pelatihan yang difungsikan untuk kemandirian terus dimunculkan.

 

Dari hasil evaluasi, beberapa lembaga pelatihan kerja yang mengadakan kegiatan pelatihan dengan fasilitas dari dinas terkait, mereka sudah menggandeng masyarakat difabel baik sebagai peserta maupun sebagai pengajar.

“Kita sudah ada pembicaraan guna melakukan kerjasama di Juni mendatang untuk kegiatan pelatihan, diantaranya pelatihan untuk beauty class dan service elektronik,” kata Haryawan, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bandung pada akhir April kemarin di aula kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Bandung, dalam acara penutupan pelatihan membatik yang diikuti oleh masyarakat difabel.

 

Untuk dua kelas pelatih yang baru diagendakan ini, PPDI masih menunggu informasi lanjutan dari Disnakertrans, namun dipastikan kegiatan tersebut akan tetap bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Siklus yang sama seperti pada pelatihan-pelatihan sebelumnya yang difasilitasi dinas. Lembaga pelatihan kerja mengharuskan melibatkan masyarakat difabel di dalam berkegiatan.

 

Baca Juga: Kegiatan Pondok Ramadhan diisi dengan Pembekalan Kemandirian

 

Pria yang akrab disapa Wawan ini juga memaparkan, pelatihan membuat batik yang baru saja selesai dilaksanakan hasilnya cukup memuaskan. Selain karya mereka akan dipasarkan di pameran oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) salah satu peserta terbaik dari difabel Tuli usia remaja langsung diangkat menjadi asisten pengajar batik dari Praktisi Batik Nusantara.

 

Perlunya mencari pola strategi pelatihan yang akses untuk ragam Difabel

Beberapa kegiatan yang sudah berhasil dilakukan PPDI bersama Disnakertran antara lain, kegiatan membuat batik difasilitasi oleh dinas melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Putri yang berada di kawasan Dago Bandung. Pelatihan handy craft juga pernah difasilitasi dinas yang bekerja sama dengan LPK Intan di kawasan Sadang Serang Bandung. Masyarakat difabel yang dilibatkan masih didominasi oleh difabel fisik dan tuli tanpa batasan usia, yang difungsikan untuk kemandirian.

 

Sebagai ketua PPDI, Wawan juga berharap ada pelatihan yang bisa diikuti oleh difabel netra dan difabel intelektual. Pihaknya masih menelusuri terkait aksesibilitas untuk pelatihan mereka. Seperti halnya dalam pelatihan yang diikuti oleh peserta dari difabel Tuli dalam kelas membatik, juru bahasa isyarat belum tersedia. Kondisi tersebut menjadi satu acuan, dalam persiapan pelatihan tentang akses untuk peserta difabel mesti diutamakan.

 

Lebih lanjut, Wawan menyampaikan pandangannya terkait peluang-peluang pelatihan yang dapat diakses melaui jalur Disnakertrans bagi para lulusan SMK dari sekolah reguler. Ia juga meminta agar siswa difabel lulusan SMALB dan SMKLB yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi untuk bisa mendapatkan akses pelatihan dalam upaya kemandirian usaha.

“Saya berpegangan kepada para lulusan sekolah menengah atas maupun kejuruan luar biasa, agar mereka dapat lebih mandiri dengan menciptakan lapangan pekerjaan melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB) atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) difabel,” paparnya.

 

Keinginan tersebut disampaikan, mengingat di masa pandemi banyak masyarakat difabel yang kehilangan pekerjaan. Baik mereka yang bekerja secara mandiri atau yang bekerja sebagai karyawan perusahaan.

 

Arief Syaifudin, SH. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Bandung menanggapi, pihaknya akan terus melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga pelatihan kerja guna mengembangkan dan menggali potensi masyarakat difabel.

“Kami terus bekerjasama dengan LPK-LPK untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat difabel. Harapannya, dari hasil pelatihan tersebut mereka dapat menggali minat usaha secara mandiri atau diserap sebagai tenaga siap kerja,” paparnya.[]

 

Reporter:  srikandi Syamsi

Editor     : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.