Lompat ke isi utama

Cara Sehat Bugar Bersama Difabel Saat Ramadan

Solider.id - Banyak aktivitas positif untuk mengisi bulan suci Ramadan, begitu pula yang dilakukan oleh para difabel. Mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa, tetap mampu melakukan olahraga untuk menjaga kesehatan di masa pandemi ini. Sekitar lima puluh orang dari difabel Fisik, difabel Tuli, difabel Netra, difabel Cerebral Palsy dan pelatih, mengikuti senam aerobik yang digagas oleh Anoy Roz dari Mojang Otot Bandung di Gor Pajajaran pada Senin sore (26/4)

Para difabel yang hadir merupakan anggota dari Persatuan Sepakbola Tangan Disabilitasn Indonesia (PSTDI) Jawa Barat, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bandung, dan Atlet National Paralympik Committe Indonesia (NPCI) Kota Bandung. Mengusung tema Ramadhan Ngalaber atau Ngabuburit, Olahraga, Berdzikir dan Buka Puasa Bersama, kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan aerobik yang mampu dilakukan oleh masyarakat difabel di rumah secara mandiri.

Bodyfit sehat bugar stong dan fun ini saya ajarkan kepada teman-teman difabel untuk kali pertama. Selain dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April kemarin, acara Ramadhan Ngalaber juga untuk meningkatkan keimanan, keimunan, keamanan di masa pandemi covid-19. Harapannya nanti di rumah gerakan dalam senam ini dapat dipraktikkan untuk menunjang kebugaran,” papar Anoy.

 

Meski baru kali pertama Anoy Roz berkolaborasi dengan masyarakat difabel, ia mampu menyampaikan gerakan-gerakan aerobik yang mudah diikuti oleh semua peserta.

“Alhamdulillah, ternyata difabel bisa ber-bodyfit dengan cara yang sederhana dan cara yang disesuaikan dengan keadaan kedifabelan kita. Mudah-mudahan kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, kebetulan bertepatan dengan hari Kartini. Tetapi, bisa dilanjutkan sebagai kegiatan rutin. Karena berolahraga untuk sehat bukan hari ini, besok atau lusa. Melainkan selama kita bisa dan ada kesempatan,” ungkap Guntur Afandi, Ketua PSTDI.

 

Sebagai difabel fisik pengguna kursi roda, Guntur merasakan langsung kemudahan berbagai gerakan dari senam aerobik yang juga baru kali ini diikuti.

Haryawan, Ketua PPDI Kota Bandung juga menyambut baik kegiatan tersebut. Kolaborasi yang memberikan kebanggaan tersendiri, mengisi Ramadan dengan olahraga sekaligus siraman rohani mungkin baru dilakukan oleh organisasinya. Senada dengan yang disampaikan Anoy Roz, kolaborasi senam aerobik ini untuk sehat bugar strong dan fun.

“Ini adalah terobosan baru, bahwa mengisi waktu ‘ngabuburit’ ada beberapa capaianya yang kena yaitu sehat bugar dan fun. Saya atas nama PPDI merangkul organisasi difabel untuk bisa bersinergi. Intinya acara Kartini-an Difabel, kita buat dengan olahraga bodyfit bersama Anoy Roz dan masyarakat Difabel,” pungkasnya.

 

Ia juga berharap semakin banyak masyarakat difabel yang mengetahui cara senam aerobik yang ternyata mudah dilakukan. Gerakan-gerakan ringan lainnya bahkan mampu dilakukan oleh pengguna alat bantu kursi roda maupun kruk. Rangkaian pengenalan gerakan senam aerobik ditutup dengan ceramah, berdzikir dan doa bersama oleh Ustad Fitrah Dani Ahmad hingga tiba waktu untuk buka puasa.

Mengisi kegiatan positif selama bulan Ramadhan merupakan sebuah keharusan bulan yang penuh dengan kemuliaan memang sebaiknya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, positif, dan menyenangkan. Kondisi berpuasa bukan berarti halangan untuk tetap melakukan kegiatan yang produktif dan positif. Hal yang dilakukan oleh kawan-kawan difabel di Jawa Barat merupakan sebuah baik bahwa Ramadhan merupakan bulan yang dapat diisi dengan kegiatan positif dan tetap menjaga kebugaran.[]  

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor     : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.