Lompat ke isi utama
Media Gathering Puncak Acara Temu Inklusi

Media Gathering Puncak Acara Temu Inklusi ke-4: Wujudkan Indonesia Inklusif 2030!4:

Solider.id - Temu Inklusi merupakan forum kolaborasi dua tahunan sebagai ruang kolektif dalam merespon situasi dan kondisi saat ini terkait dengan pemenuhan hak komunitas difabel di berbagai aspek kehidupan. Sejak diselenggarakan pertama kali tahun 2014, di tahun 2020 kemarin adalah keempat kalinya Temu Inklusi diadakan dan pertama kalinya terselenggara secara daring dari tanggal 9 September 2020 hingga 14 Januari 2021 dengan tajuk Menuju Indonesia Inklusif 2030.

Dalam Temu Inklusi ke-4 telah digelar sebanyak 12 diskusi tematik, 3 webinar nasional, 1 lokakarya, 1 screening film, dan 1 refleksi pergerakan difabel dengan total sekira 4000 peserta dengan latar belakang berbeda turut berpartisipasi, mulai dari peneliti, aktivis, lembaga pemerintah, mahasiswa dan komunitas difabel di berbagai daerah. Topik yang diangkat pun beragam diantaranya topik desa inklusif, data difabel, hak politik dalam Pemilihan Umum, kesehatan, akses keadilan, ketenagakerjaan, pendidikan, aksesibilitas infrastruktur, perlindungan sosial, hingga bagaimana membumikan Rencana Induk Penyandang Disabilitas (RIPD) dalam pembangunan nasional dan daerah.

“Inklusi tidak akan berhenti sampai sesuatu yang kita imajinasikan terwujud.” ujar Jonna Damanik dalam Media Gathering Puncak Acara Temu Inklusi ke-4 2020 pada Rabu, (13/01) via Zoom. Jonna menekankan bahwa menjadi penting ketika apa yang dicapai dalam Temu Inklusi ini bisa dibagikan pada khalayak yang lebih luas.

Setelah 4 bulan penyelenggaraannya, pada hari Kamis, 14 Januari 2021   diadakan Rangkaian Puncak Acara Temu Inklusi Nasional ke-4 dengan Dialog Indonesia Inklusif yang diharapkan dapat melahirkan komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia Inklusif, sebagaimana dimandatkan dalam TPB/SDGs dan UNCRPD yang menekankan pada pengurangan angka kemiskinan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia.

Sebagai hasil temuan dalam sesi-sesi diskusi tematik, webinar nasional, lokakarya, screening film dan refleksi pergerakan difabel yang telah digelar, dalam Dialog Indonesia Inklusi ini akan ada 11 rekomendasi yang dibacakan oleh teman-teman difabel terkait isu Pemilu dan Hak Politik, Infrastruktur Ramah Disabilitas, Ketenagakerjaan, Desa inklusi, Data Difabel, Inisiatif Daerah, Pendidikan, Kesehatan, Hukum, Perlindungan Konsumen dan Kepemimpinan dan Pemberdayaan Perempuan.

Selanjutnya masing-masing rekomendasi akan direspon oleh lima penanggap yaitu Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin (Wakil Presiden Republik Indonesia), Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H, S.U (Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan), Jenderal TNI Purn. Moeldoko (Kepala Staf Presiden), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) dan Dr. H. Muhammad Syarifuddin, SH., MH. (YM Ketua Mahkamah Agung RI).

Jonna mengungkapkan bahwa Bappenas sedang menyusun Rencana Induk Pembangunan Disabilitas (RIPD) sehingga Jonna ingin rekomendasi yang berdasarkan latar belakang dan fakta serta temuan dalam Temu Inklusi ke-4 ini bisa menjadi pengaya di Rencana Aksi Nasional dan Rencana Aksi Daerah di seluruh kabupaten/kota di seluruh Indonesia untuk mewujudkan inklusi disabilitas.

“Temu Inklusi harapannya tidak hanya memberikan rekomendasi tapi kita juga siap berpartisipasi dalam pembangunan sesuai tugas dan fungsi masing-masing seperti amanat dalam PP 70.” imbuh Jonna.

Terakhir, Jonna berharap bahwa media juga dapat menjadi pilar penting untuk bisa berkolaborasi mewujudkan Indonesia inklusif 2030.[]

 

Reporter: Alvi

Editor     :  Ajiwan Arief

The subscriber's email address.