Lompat ke isi utama
pengepasan kecocokan alat bantu dilakukan oleh pendamping kepada difabel yang membutuhkan

Protese Untuk Meningkatkan Percaya Diri Difabel

Solider.id, Boyolali – Dua orang Difabel amputasi kaki mengikuti kegiatan asesmen dan pengukuran protese pada Senin (11/1). Bertempat di Kantor Dinas Sosial di Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali ini, Agung Supriyanto dan Pardiman mendapatkan alat bantu yang merupakan sumbangan dari Klinik Bangkit Prosthetik & Orthotik.

“Dulu pernah punya (protese-red) waktu masih di SMP, tidak dipakai karena tidak nyaman. Sekarang ingin punya lagi untuk menambah rasa percaya diri, terutama untuk bergaul dan bekerja” jelas Pardiman saat ditemui seusai proses pengukuran.

Lebih lanjut Difabel yang bekerja sehari-hari di pabrik boneka resin ini mengaku Difabilitasnya merupakan bawaan sejak lahir. Selama ini dia beraktifitas menggunakan tongkat kayu yang dibuat sendiri. Setelah mendapatkan protese nantinya dia ingin terlibat aktif dalam proses pendampingan sehingga alat bantu di kaki kanannya nanti nyaman digunakan.

Sementara itu, Dody Suprayogi dari Klinik Bangkit yang memimpin team asesmen dan pengukuran menyatakan protese ini akan jadi dalam 2-4 minggu ke depan. Setelah pemasangan nanti, pihaknya akan melakukan pendampingan sekitar satu minggu.

Dalam proses asesmen dan pengukuran protese ini, pria yang juga berprofesi sebagai pengajar di Poltekkes Surakarta juga mengajak beberapa orang mahasiswa. Hal ini bertujuan untuk membiasakan mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Klinik Bangkit sendiri merupakan klinik pembuatan alat bantu yang berpusat di Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali. Selain memproduksi alat bantu, klinik ini juga memproduksi alat kesehatan lainnya seperti scoliosis brace, sepatu Afo dan sepatu CTEV. Berdiri sejak setahun lalu, ini merupakan kali pertama pihaknya bekerjasama dengan Dinas Sosial dan DPO di Boyolali.[]

 

Reporter: Ida Putri

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.