Lompat ke isi utama
bwbwrapa anak tuli dan orang tuanya sedang memperagakan kisah dalam isyarat

Kisah Dalam Isyarat: Upaya Peningkatan Literasi Keislaman Anak Tuli

Solider.id,Yogyakarta - Minggu (10/1) pagi, bertempat di ruang kelas MA Pondok Pesantren Al Iman Muntilan, The Little Hijabi Homeschooling menyelenggarakan acara sosialisasi Kisah Dalam Isyarat (KDI). Acara tersebut menghadirkan Ruqi Al Hazmi, seorang ex-Educator The Little Hijabi atau lebih dikenal dengan Yanda Ruqi sebagai narasumber.

Acara diawali dengan sambutan daring melalui Zoom oleh Fajarapdiana atau yang lebih dikenal dengan Yanda Fajar, selaku Kepala The Little Hijabi Homeschooling. Dalam sambutannya, Fajar menceritakan mengenai latar belakang hadirnya KDI ini.

Hal itu didasari atas pengalaman Fajar mengajar anak-anak tuli kurang lebih enam tahun. Selama itu pula, banyak pertanyaan yang datang dari mereka mengenai “Siapa Tuhanku?”, “Siapa Penciptaku?”, “Siapa Nabi Muhammad SAW itu?”, dan “apa saja cerita-cerita yang ada didalam Al-Quran?”. Namun, kendala bahasa menjadi tantangan terbesar bagi tuli kala itu dalam memahami literasi keislaman.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Fajar berupaya mencari solusi. Kemudian, atas saran dari Galuh Sukmara, pendiri The Little Hijabi Homeschooling, ditambah kerja sama dengan Quran Indonesia Project (QIP) selama dua tahun belakangan ini, maka muncullah KDI ini.

“KDI ini sendiri berupa board game bahasa isyarat yang ditujukan sebagai media pembelajaran islam dalam bahasa isyarat. Board game ini merupakan yang pertama di Indonesia. Alasan mengapa dibuat dalam bentuk board game yakni agar anak-anak tidak merasa bosan ketika memahami. Terlebih dengan ini akan lebih merekatkan komunikasi antara teman-teman tuli dengan teman-teman dengar lewat bahasa isyarat,” terangnya melalui bahasa isyarat.

Sementara itu, Ruqi menjelaskan dalam satu kotak board game KDI tadi terdiri dari satu buah papan berisi huruf hijaiyah. Sedangkan sisi lain berisi keterangan perjalanan agung 25 nabi. Selain papan tersebut, terdapat beberapa set kartu bertemakan kisah nabi, iqro isyarat, adab muslim, rukum iman dan islam, kisah hewan, serta dzikir.

Dalam sesi itu, Ruqi juga memperagakan mengenai beberapa isyarat beserta konsepnya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, “Alhamdulillah” digunakan setelah melaksanakan sesuatu hal seperti bekerja, makan, dst. Tak hanya itu, ia juga memperagakan isyarat dari huruf hijaiyah mulai dari “alif” sampai “ya” yang nantinya akan ditirukan oleh seluruh peserta.

Acara diakhiri dengan pembagian 10 board game KDI kepada seluruh peserta yang semuanya memiliki latar belakang seperti orang tua yang memiliki anak tuli, teman tuli, ataupun guru yang mengajar siswa tuli. Lalu acara ditutup dengan foto bersama.

Salah seorang peserta yaitu Iis Arifah, yang merupakan seorang ibu dari dua anak, mengaku senang dan berterima kasih kepada The Little Hijabi atas bantuan board game KDI ini. Hal itu karena putri keduanya yang bernama Nayla adalah seorang tuli yang saat ini bersekolah di SDLB Ma’arif Muntilan.

“Menurut saya, board game ini akan lebih memudahkan saya sebagai orang tua untuk mengajari materi keislaman, khususnya membaca Al-Quran. Saya sendiri jadi tergerak untuk belajar dan menguasai bahasa isyarat. Semoga kedepannya kegiatan-kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara masif diseluruh Indonesia agar lebih banyak orang yang menerima manfaatnya,” pintanya mengakhiri.[]

 

Reporter: Bima Indra

Editor      : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.