Lompat ke isi utama

Difabel Muda Bicara, Banyak Progress dan Tantangan Wujudkan Kesetaraan

Solider.id - Saat ini, peran kelompok difabel telah dapat dirasakan dalam ranah yang lebih luas. Hal ini disampaikan oleh Arif Prasetya, Ketua Biro Kepemudaan DPD Pertuni Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam acara yang bertemakan Youth Project Sosiologi UIN Sunan Kalijaga tanggal 9 Januari 2020.

Peran kelompok difabel sekarang telah merambah berbagai sektor, mulai dari musik hingga ranah politik, dimana kelompok difabel memperjuangkan hak-haknya. Menurut Arif yang juga mahasiswa program sosiologi UIN Sunan Kalijaga ini, indikasi penguatan peran difabel dalam ranah publik ini dapat diketahui, misalnya dengan menurunnya minat kelompok difabel netra untuk belajar di PSBN, lembaga yang biasanya menyelenggarakan pelatihan pijat bagi difabel netra.

Menguatnya peran difabel di ranah publik ini juga diamini oleh Areif Wicaksono, Ketua DPC Gerkatin Daerah Istimewa Yogyakarta. Penguatan difabel di ranah publik dapat ditandai dengan kehadiran juru Bahasa isyarat di berbagai kegiatan publik seperti seminar. Hal ini memungkinkan difabel Tuli untuk terlibat dalam kegiatan. Arief mengakui, ketika ia berusia anak-anak, hal ini masih sulit ditemui.

Disisi lain, Arief juga masih mengkritisi bullying yang masih diterima difabel. misalnya saja, beberapa waktu yang lalu, ada orang yang menggunakan platform tiktok untuk mempermainkan Bahasa isyarat. Arief mengatakan, diskriminasi terhadap Tuli ini dapat dikatakan sebagai audisme.

Sementara itu, Shinta Ristiyanti, relawan Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga sekaligus mahasiswa Pascasarjana Studi Disabilitas dan Pendidikan Inklusif, juga mengatakan bahwa ada kemajuan dalam konteks pendidikan bagi difabel. Hal itu diungkapkan oleh Shinta berdasarkan pengalaman pribadinya. Ia melihat bahwa ketika ia menjadi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, ia terkejut karena mengetahui difabel dapat belajar di universitas. Hal itu karena, di daerahnya, ia tak banyak melihat difabel dapat menempuh pendidikan setara dengan nondifabel.[]

 

Reporter: Tio Tegar

Editor      : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.