Lompat ke isi utama
Poster kegiatan AIDRAN

Pentingnya Reasonable Adjustment Dalam Sistem Pendidikan

Solider.id, Surakarta- Lembaga pendidikan semestinya menempatkan peserta didik pada tingkat yang sejajar dengan pesert didik lainnya, tak terkecuali peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus. Hal tersebut dikatakan Ramunas Rae, dosen La Trobe University dalam seri webinar yang dihelat AIDRAN, Selasa (20/4).

 

Menurut Rae, perlu penyesuaian tindakan dan kebutuhan yang tidak hanya berdasar pada kebutuhan umum. Sebab, dalam sebuah sistem pendidikan terdapat keragaman kebutuhan mengingat kondisi dari masing-masing peserta didik. Jika mempunyai tiga anak (siswa), maka pengajar memberikan kebutuhan yang diperlukan untuk menempatkan peserta didik dengan sejajar.

 

Baca juga: ADHD Awarnes Month, Benahi Pendidikan Inklusi

 

“Anda melihat saya Tuli, ada Tuli yang bisa berbicara ada yang tidak. Ekualitas berarti kita memberikan captioning, teks, atau Juru Bahasa Isyarat (JBI) dan semua orang bisa mengikuti acara ini,” Rae, mencontohkan.

 

Ramunas Rae juga berbagi pengalaman tentang akomodasi khusus bagi difabel, siswa disleksia, ADHD yang perlu penyesuaian waktu misalnya ujian 60 menit, maka siswa difabel tersebut butuh 90 menit (1,5 jam). Mungkin siswa lain butuh kurang dari satu jam tetapi siswa difabel perlu ekualitas waktu.

 

Baca juga: Upaya Muhammadiyah Menyediakan Pendidikan bagi DIfabel

 

Ramunas Rae mengenalkan tentang apa itu reasonable adjustment, yakni melakukan perubahan untuk menghilangkan atau mengurangi efek dari disabilitas siswa. Sehingga mereka bisa melakukan kegiatan belajar. Rencana belajar siswa tersebut bisa diperbaharui untuk dapat melanjutkan belajar.

 

Menurut Rae, setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Salah satu siswa perlu JBI atau close caption untuk bisa memahami materi. Siswa netra memerlukan braille, ada juga yang memerlukan braille besar, ada yang butuh suryakanta, atau butuh ponsel atau teksnya perlu dibesarkan dan kebutuhan lainnya.

 

Baca juga: Menakar Inklusi Sosial bagi Difabel

 

“Ketika saya kuliah tidak ada notaker di Lithuania. Saya meminta untuk memfoto kopi. Ketika Anda belajar Anda bisa minta seorang yang membantu mencatat,

 

Lebih lanjut rae juga mengatakan, siswa difabel tidak boleh diperlakukan seperti bayi, disuapin, baik di lingkungan dan komunitas yang biasanya melakukan itu. Tetapi, lembaga pendidikan bisa mulai menerapkan reasonable adjustment. Reasonable Adjustment itu lahir dengan prinsip persamaan.[]

 

 

Reporter: Puji Astuti

Editor: Robandi

The subscriber's email address.