Lompat ke isi utama

Butuh Peningkatan Kapasitas, Hadirkan buku panduan Mengenal Difabel Psikososial

Solider.id - Pembahasan mengenai anak difabel psikososial merupakan sesuatu yang jarang dibicarakan. Oleh karena itu, Ragam Institute menerbitkan buku yang berjudul "Panduan Mengenal Anak dengan Disabilitas Psikososial." Hal itu disampaikan oleh Sri Surani dari Sentra Perempuan Difabel dan Anak (Sapda) dalam diskusi Bedah Buku "Panduan Mengenal Anak dengan Disabilitas Psikososial" 29/12/2020.

Yossa Nainggolan dari Ragam Institute yang merupakan koordinator penyusunan buku mengakui bahwa pembuatan buku ini disebabkan minimnya akses bacaan mengenai anak difabel psikososial. Yossa mengatakan, buku ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan orangtua yang memiliki anak difabel psikososial ketika membesarkan anak dengan difabel psikososial.

Pembuatan buku setebal 25 halaman ini didahului dengan penelitian. Penelitian yang dilakukan juga meliputi wawancara dengan orangtua yang mempunyai anak difabel psikososial. Penelitian dilakukan di Bandung, Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Buku panduan yang dibuat oleh Ragam Institute ini berisi pertanyaan-pertanyaan umum yang kerap diajukan oleh orangtua yang memiliki anak  difabel psikososial. Pertanyaan tersebut seperti misalnya, bagaimana tips mengasuh anak dengan difabel psikososial.

Tika Prasetyowati, dokter jiwa yang praktik di RSA Yogyakarta, mengapresiasi penerbitan buku ini. Menurut Tika, penjelasan yang ada di buku yang diterbitkan oleh Yossa dan kawan-kawan telah cukup informatif.

Penerbitan buku ini merupakan langkah yang penting. Sebabnya, berdasarkan pengalaman Tika ketika menangani pasien dengan difabel psikososial, banyak orangtua yang tidak memiliki pengetahuan mengenai difabel psikososial.

Malahan, beberapa orangtua yang ditemui, justru menolak kondisi anak dengan difabel psikososial. “ada yang bilang ini anak saya indigo, padahal sesungguhnya itu bukan indigo.” Ungkap Tika 29/12/2020.

Nurul Saadah, direktur Sapda, membenarkan apa yang disampaikan oleh Tika. Bahwa memang masih banyak orangtua yang menolak kondisi anak dengan difabel psikososial. Hal ini berakibat pada minimnya dukungan yang diberikan oleh orangtua kepada anak dengan difabel psikososial.

Minimnya pengetahuan orangtua ini juga disebabkan oleh sedikitnya ketersediaan dokter jiwa/psikiater. Psikiater hanya tersedia di kota-kota besar, sedangkan nyaris tidak ada di kota-kota kecil.[]

 

Reporter: Tio Tegar

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.