Lompat ke isi utama
poster kegiatan kongkow inklusi ke 31

Konekin Gelar Kongkow Inklusif ke-31 Ngomongin Program Bantu Disabilitas dengan GrabKios

Solider.id, Surakarta- Konekin menyelenggarakan Kongkow Inklusif ke-31 bertajuk Peluang di Masa Pandemi memperkenalkan Program Bantu Disabilitas. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama dengan GrabKios, pada Minggu (27/12). Dipandu oleh Arita Maretika dari Konekin, Anan Kasetra dari Grab Kios mengaku awalnya memiliki kedekatan secara emosional karena ia juga berinteraksi dengan kerabatnya yang difabel. Sehingga mainstreaming terkait difabilitas sudah terbentuk, termasuk berpikiran bagaimana kerabatnya tersebut bisa hidup mandiri. Awal program Bantu Disabilitas dari co-founder yang membantu masyarakat semua kalangan termasuk hal-hal yang membatasi mereka.

Tahun 2018 Grab pernah melakukan pendataan kepada seluruh mitra Grab se-Asia Tenggara lalu mendapatkan angka ada 500 difabel menjadi mitra. Tahun 2019 melalui program Grab for Good, mampu menjaring 1000 mitra Grab dan saat ini ada 1200, 200 dari jumlah itu berasal dari Indonesia. Ada banyak program yang mereka khususkan untuk membantu tim bekerja secara optimal di counter-counter dan kios. Pihak Grab lalu memberi pelatihan bahasa isyarat. Bagi beberapa pengemudi difabel Tuli, disediakan kartu isyarat atau flashcart. Menurut Anan, semua orang tanpa kecuali saat ini bisa merasakan manfaat ekonomi digital, dan program ini jadi katalis di masa pandemi. “Kita kerja sama dengan pemerintah dan butuh kolaborasi, makanya menggandeng Konekin kemudian jalan bareng. Kesan saya pas pembukaan program jujur saya senang karena peserta difabel hadir dengan semangat semua. Kami merasa terhornat makanya terima kasih sekali,” ungkap Anan. 

Clarina Az Zahra biasa dipanggil Rara, cerebral palsy, lulusan Bahasa Inggris  Al Azhar mengungkapkan rasa terima kasih karena dipercaya sebagai relawan. Rara mengalami cerebral palsy disebabkan oleh berkurangnya perkembangan otak masih kecil dan mempengaruhi kondisi fisik dan mengalami hambatan kaki tangan mulut. Saat ini ia bekerja di perusahaan swasta di Jakarta, dan belum berani membangun organisasi/komunitas. Rara lebih memilih sebagai relawan. Ia mengenal Konekin sudah lama, saat organisasi ini awal berdiri. Ia sudah lama menunggu lowongan relawan, yang akhirnya impian itu terwujud saat Konekin membuka kesempatan saat program Bantu Disabilitas.

Beberapa kendala yang dialami relawan di lapangan tidak begitu berarti, misalnya teman netra yang menghendaki alat aplikasi WhatsApp dengan mengirim suara/voice. Sedangkan teman Tuli kendalanya suka bolak-balik bertanya via chatt WA. Rara berterima kasih kepada Grab yang bisa memberdayakan difabel dan ini sangat dibutuhkan apalagi mudah diaplikasikan teman-teman. Ia berharap semoga tulisan-tulisannya lebih akses untuk netra, karena belum semua terbaca, dan GrabKios tidak bisa diinstal di Apple dan IOS. “Semoga fasilitasnya ada lagi,” harapnya.

Silvia, difabel netra yang dipilih GrabKios dan Konekin untuk menjadi mitra menceritakan usahanya bahwa ada yang membeli dengan mengisi pulsa dan paket. Ia juga melakukan promosi ke teman-teman netra. Ternyata sebagian mereka juga ikut program ini juga. Dari Padang ada tujuh teman difabel netra lainnya. “Gerak kami terbatas, tetapi kreativitas kami tidak terbatas,”ungkap Silvia.

Prass Agus, salah seorang narasumber yang jadi mitra GrabKios dan tinggal di Serang, Banten, awalnya ikut program ini karena warung sepi, kemudian ada program lewat Konekin menawarkan. Ia sempat melihat dan mencoba belajar sambil bekerja. “Sejauh ini belum ada kendala. Lebih senang karena makin banyak orang yang beli,” terang Prass. Ia juga mengungkapkan keinginannya bergabung menjadi driver GrabBike namun mempertanyakan mengapa kok sudah tertutup akses saat mendaftar?

Menurut Anan memang ada daerah yang ditutup sementara akuisisinya karena masih pandemi, tetapi perusahaan akan masukkan ke saran ke manajemen dan berjanji jika akses sudah bisa dibuka maka informasi akan segera disampaikan. “Jika sudah buka akan kita sampaikan infonya,”terang Anan. 

Menutup diskusi, Anan memberikan statemen bahwa program ini sampai ke depan terus ada, dan akan ada kolaborasi dengan komunitas termasuk Konekin. Pihaknya akan melakukan evaluasi, apa yang kurang dari cara membantu difabel. Ia tidak memiliki target tertentu namun percaya bahwa program ini akan terus berkembang. Komitmen Grab dalam Grab for Good adalah inklusif, akan terus komunikasi dengan Konekin, mencari tahu terus kebutuhannnya seperti apa yang sesuai dengan difabel.[]

 

 

Reporter : Puji Astuti

Editor   : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.