Lompat ke isi utama

Bergeliatnya Industri Kursi Roda Karya Anak Bangsa

Solider.id - Selasa 29 Desember 2020, terselenggara webinar dengan tema “Inovasi Produk Kursi Roda Adaptif Anak Lokal serta Penguatan Peran Pemerintah Daerah tentang Pemenuhan Hak Alat Bantu Penyandang Disabilitas di Indonesia.” Susanto, directur PT Mega Andalan Kalasan (PT MAK) menyampaikan paparannya mengenai kursi roda adaptif yang diproduksi oleh PT MAK.

Kursi roda yang diproduksi oleh PT MAK 100% menggunakan komponen lokal. Kursi roda tersebut diciptakan untuk difabel yang aktif maupun pasif. Kursi roda dibuat dengan bagian sandaran kepala dan penyangga lengan yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Vivi Yulaswati, Staf Ahli Menteri Bappenas yang juga menjadi pembicara dalam webinar tersebut mengungkapkan bahwa produksi alat bantu difabel dari dalam negeri ini akan membantu percepatan pembangunan inklusif difabel. dimana difabel dapat terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi pembangunan.

Hal ini juga akan membantu pembangunan dengan pendekatan Twin Track Approach. Pembangunan dengan pendekatan twin track approach adalah pembangunan yang mengarusutamakan isu difabel dan memastikan difabel dapat terlibat dalam berbagai kegiatan.

Sunarman Sukamto, tenaga ahli Kantor Staf Presiden (KSP), mengamini apa yang dikatakan oleh Vivi. Bahwa produksi kursi roda dari dalam negeri akan meningkatkan partisipasi difabel dalam pembangunan.

Selain itu, hadirnya produksi kursi roda karya anak bangsa sekaligus menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh difabel selama ini. Permasalahan yang dimaksud oleh laki-laki yang akrab disapa Maman ini seperti: mahalnya harga kursi roda impor dan suku cadang yang tak tersedia secara luas.

Maman merekomendasikan agar kursi roda produksi lokal ini dapat dibiayai oleh BPJS Kesehatan. Sebabnya, selama ini belum semua alat bantu bagi difabel dapat dibiayai oleh BPJS Kesehatan.

Budi Wewiko dari Kementerian Kesehatan menyambut baik usulan pembiayaan alat bantu difabel dengan menggunakan BPJS Kesehatan. Namun, sebelum mendapatkan pembiayaan dari BPJS Kesehatan, alat bantu difabel, terlebih dahulu harus melalui studi penilaian alat kesehatan.[]

 

Reporter: Tio Tegar

Editor       : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.