Lompat ke isi utama
Prof. Bagyo saat memberikan informasi mengenai SMJD (sumber foto: dokumen Sehati) Gambar mungkin berisi: 2 orang, termasuk Edy Supriyanto

Seleksi Mahasiswa Difabel di UNS

Solider.id, Sukoharjo – Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta terus berbenah dalam mendorong inklusivitas, salah satunya dalam proses seleksi calon mahasiswa. Hal ini diungkapkan oleh Profesor Subagya dari Pusat Studi Disabilitas dalam webinar yang diadakan oleh Sehati. Webinar ini bertajuk “Roundtable Meeting Capacity Building in The Field of Youth (CBY) Project Menjalin Kemitraan untuk Menghilangkan Hambatan” dihelat secara online pada Kamis (24/12),

“Di UNS ada jalur Seleksi Mahasiswa Jalur Disabilitas (SMJD) yang seleksinya tidak berdasarkan tes, tetapi dengan portofolio dan wawancara mendalam untuk menyesuaikan calon mahasiswa dengan jurusan yang dipilih, kemudian untuk melihat komitmennya menghadapi tantangan, juga melihat kemandiriannya,” jelas Dosen yang juga mengampu sebagai Kepala Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Luar Biasa (PLB) UNS ini.

Lebih jauh disebutkan juga bahwa dia merupakan salah satu aggota tim penyeleksi.  Dia juga menyatakan bahwa instrument pendukung program ini sudah disusun. Sehingga program ini bisa disosialisasikan.

Selain itu, program ini juga sudah menggandeng pihak sekolah melalui forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Luar Biasa (MKKSLB). Disamping bimbingan, dukungan pembiayaan juga sudah mulai disusun untuk memperlancar pendidikan mahasiswa Difabel dalam mengikuti perkuliahan.

Dianita Siti Lestari, Difabel Cerebral Palsy asal Sukoharjo menyatakan bahwa tahun lalu sudah mendaftar ke UNS untuk jurusan Sastra Indonesia, tetapi tidak diterima. Dia mempertanyakan faktor apa yang menyebabkan dirinya tidak diterima.

Menanggapi hal ini, Prof. Bagyo, panggilan dosen yang juga dekat dengan pegiat Difabel Indonesia ini menyebutkan bahwa meskipun ada SMJD tidak otomatis menjadikan semua calon mahasiswa Difabel diterima. Ada beberapa faktor yang menjadikan mereka belum bisa diterima diantaranya persaingan ketat pada jurusan yang diambil dan ketidaksesuaian minat dengan bakat yang dimiliki. Oleh karena itu dia menyarankan agar calon mahasiswa bisa aktif dalam mengikuti bimbingan.[]

 

Reporter: Ida Putri

Editor     : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.