Lompat ke isi utama
muscab ppdi Bandung

Muscab PPDI Kota Bandung Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Solider.id - Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bandung menggelar acara musyawarah cabang atau Muscab 2020. Dalam kegiatan tersebut, selain laporan pertanggung jawaban serta pencapaian hasil kinerja kepengurusan periode sebelumnya, dilangsungkan pula pemilihan ketua PPDI baru dan ketua dewan pertimbangan PPDI Kota Bandung untuk masa bakti hingga 2025 mendatang.

Musyawarah ini berlangsung pada Rabu pagi, 23 Desember 2020 di Aula Percasi komplek Gor Pajajaran Bandung. Pembukaan acara tersebut dilakukan langsung oleh Norman Yulian, S.E, ketua PPDI Jawa Barat, dan turut hadir jajaran pengurus PPDI Jawa Barat, perwakilan lintas komunitas dari Kota Bandung, serta tamu undangan perwakilan dari Dinas Sosial Kota Bandung, Dinas Pendidikan Kota Bandung, Dinas Kesehatan Kota Bandung. 

“Kegiatan ini dilangsungkan dengan tetap patuhi protokol kesehatan, semua yang hadir di ruangan diwajibkan menggunakan masker dan menjaga jarak. Peserta juga dibatasi, hanya mengundang perwakilan satu orang saja dari tiap organisasi. Dan kegiatan ini pun disaksikan langsung oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Bandung,” ujar Adik Fachroji, Sekretaris umum PPDI Jawa Barat.

Rangkaian acara dalam musyawarah cabang PPDI Kota Bandung berjalan lancar dan cukup singkat, segala materi laporan telah disediakan dalam bentuk hardcopy yang dibagikan kepada seluruh peserta untuk mempersingkat pertemuan.

Dari tiga kandidat yang mencalonkan diri untuk maju menjadi ketua PPDI periode 2020 hingga 2025, terpilih Wawan Haryawan dengan mengantongi jumlah suara sebanyak tiga puluh lima dari total lima puluh satu pemilih. Sedangkan yang menjabat sebagai ketua dewan pertimbangan PPDI Kota Bandung selanjutnya adalah Aep Wachyudin. Mereka akan membentuk tim kerjanya dalam waktu hingga satu bulan mendatang.

“Stuktur kepengurusan akan dibentuk maksimal bulan depan sudah ada tim kepengurusannya,” kata Wawan.

Di bawah kepemimpinannya, ia secara pribadi tidak memberikan janji selayaknya pada sebuah kegiatan pemilihan kandidat ketua. Wawan justru hanya mengajak kepada seluruh  difabel yang ada di Kota Bandung, termasuk para organisasi yang ada untuk saling bersinergi dan bekerja bersama-sama untuk kesejahteraan dan pencapaian niat yang serupa. PPDI sebagai induk organisasi masyarakat difabel yang langsung sambung tangan dari payung pemerintahan, memiliki tugas besar yang berimbas kepada masyarakat difabel dengan ragam jemis kedifabelannya, baik dari lintas kalangan hingga semua usia.

Di masa pandemi, kegiatan penting masih dapat dilakukan dengan tetap menjalankan aturan protokol kesehatan yang berlaku. Kondisi ini dicontohkan oleh para difabel Kota Bandung dalam rangka pemilihan langsung ketua baru PPDI dan ketua dewan pertimbangan PPDI untuk masa bakti lima tahun mendatang.  

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor     : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.