Lompat ke isi utama
poster informasi JBDI secara daring

Mengkorelasikan Sektor Usaha dan Difabel Melalui JBDI

Solider.id – Jejaring Bisnis dan Disabilitas Indonesia (JBDI) merupakan jaringan yang mengkorelasikan antara Difabel dengan dunia usaha. Jaringan yang diinisiasi oleh Lembaga Buruh Internasional ILO ini diluncurkan ulang secara daring pada Hari Difabel Internasional (HDI) Kamis (3/12). Tendy Gunawan menyatakan bahwa anggota JBDI ada 75 yang terdiri atas perusahaan swasta, sektor non-profit, perusahaan multinasional, BUMN dan sektor usaha lainnya.

“Anggota JBDI saat ini ada 75. Dari survey kami diketahui bahwa ada 70,5 persen anggota yang sudah memiliki karyawan Difabel. Selain itu 72,3 persen dari mereka juga menyatakan memiliki minat untuk merekrut tenaga kerja Difabel,” jelas National Program Officer ILO Indonesia ini.

JBDI didirikan oleh lima organisasi PT Bank Mandiri (Persero) TBK, PT L’oreal Indonesia, PT Standard Charter Indonesia, PT Tetrapark Stainless Engineering dan PT Trans Retail Indonesia pada 16 Desember 2016. Jaringan ini bertujuan untuk mempromosikan peluang kerja bagi Difabel. Tujuan ini dilakukan melalui empat fokus yaitu: penyiapan sektor bisnis, penyiapan Difabel, perekrutan inklusif dan penciptaan nilai inklusivitas. Sekretariat JBDI berada di Kantor ILO di Jakarta.

Sementara itu, Michiko Miyamoto, Direktur ILO Indonesia menyambut baik prakarsa ini. ILO sendiri memiliki dua prinsip dasar dalam mendorong peluang kerja Difabel yaitu pemenuhan hak dan aspek ekonomi. Dari sisi pemenuhan hak, penyediaan lapangan kerja menjadi dasar bagi akses layanan dan kesempatan. Sementara itu dari aspek ekonomi, penelitan ILO di 10 negara menunjukkan kerugian ekonomi dari eksklusi Difabel sebesar 3-7 persen dari GDP.

Acara yang dimoderatori oleh pegiat Difabel Dimas Muharam ini juga menghadirkan Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah, Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia, Ketua APINDO Hariyadi Sukamdani.[]

 

Reporter: Ida Putri

Editor      : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.