Lompat ke isi utama
ilustrasi mengayuh ke timur

'Mengayuh ke Timur', Upaya Mulia Buka Akses Membaca

Solider.id - Ada banyak cerita tentang pesepeda, mulai dari penjelajahan, kampanye lingkungan, kesehatan, sosial budaya, literasi sampai ke isu kesetaraan hak asasi manusia dan difabel. Namun, yang pasti bersepeda itu baik, baik untuk kesehatan, juga tentang kehidupan. Karena kasta tertinggi dalam suatu kehidupan adalah sebuah petualangan.

 

Begitupun dengan yang dilakukan para pesepeda Iman Dayak, Tian Gimbal dan Syahrir Ramadhani. Setelah kurang lebih satu tahun terakhir menyiapkan sebuah rencana perjalanan, pada akhrinya perjalanan bersepeda bertajuk 'Mengayuh ke Timur' telah nyata di depan mata. Mereka bertiga melakukan perjalanan menggunakan sepeda yang didedikasikan untuk para penggerak literasi, pemerhati difabel dan kelestarian alam di pelosok timur Indonesia. 

 

Bahkan Dayak, sapaan akrab Iman, seorang  Tuli yang  dahulu saat berkegiatan arung jeram, mengalami sebuah kecelakaan dan pada akhirnya ia mengalami habatan pendengaran. Pendengaran Dayak pun menjadi terganggu dan membuatnya memakai alat bantu pendengaran di telinganya. Namun, semangatnya tidak akan pernah lekang oleh apapun dengan urusan duniawi. Ia terus bergerak menyuarakan kesetaraan hak sesama bahwa manusia diciptakan sama di Mata Sang Maha. Bahkan dengan segala keterbatasanpun ia menggerakan @perpusalam di Bandung yang  berupaya menumbuhkan minat baca di daerah rumahnya.

Setelah dua tahun menghidupkan rumah bagi kawan-kawan yang mencintai literasi dengan mendirikan @perpusalam ia pun menginisiasi utnuk bersepeda  menuju timur Indonesia, tidak tanggung-tanggung, bertolak dari Bandung tim Mengayuh ke Timur akan menyambangi kurang lebih 100 ruang literasi, rumah baca dan TBM di sejumlah titik menuju ujung pemberhentian di Merauke. Di setiap titik singgah tim Mengayuh Ke Timur akan meneruskan buku yang rencananya akan dikirim dari Bandung. Total keseluruhan buku hasil donasi ini berjumlah 10 ribu buku siap kirim.

 

Mengacu data Kemendikbud RI tahun 2019, daerah timur Indonesia mendapat nilai rendah terkait Literasi. Pada era keterbukaan informasi dan kemudahan akses pendidikan yang belum merata ini jadi waktu yang tepat untuk refleksi. Berdasar keresahan ini, Iman Sulaiman merencanakan misi mulia #MengayuhKeTimur selama sekitar satu tahun terakhir. Pria yang akrab disapa Dayak ini ditemani dua sobatnya @tian_gimbal dan @kamutakapa untuk menyelesaikan misi. Berlatar belakang pecandu literasi di @perpusalam dan pegiat lingkungan di Mahapeka UIN Bandung @mahapekabandung jadi modal yang cukup untuk menjalankan misi ini.
Perjalanan bertajuk "Mengayuh ke Timur" ini bermula dari Bandung, menyusuri sisi selatan Indonesia melewati Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur sampai ke Merauke. Perjalanan kemudian akan dilanjutkan mengambil sisi utara Indonesia melewati Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan kembali menyeberang ke Jawa Timur untuk kembali pulang ke Bandung.
perjalanan "Mengayuh Ke Timur". Sebuah dedikasi tak ternilai ini dimulai Minggu (22/11) siang  bertolak dari Perpus Alam Malabar, Pacet, Kab.Bandung. Selamat berkelana, semoga selamat sekembalinya.

Segala kegiatan mengayuh ke timur dan perjalanan yang sangat mengartikan sebuah makna kasta tertinggi dalam sebuah kehidupan dengan melakukan petualangan ini bisa di pantau di akun social media @dayak_dayak atau @mengayuhketimur

Suatu perjalanan adalah menguatkan langkah menyatukan pikiran dalam balutan perasaan yang dituangkan melalui kebersamaan. Dan dunia adalah sebuah buku, mereka yang tidak melakukan perjalanan berarti hanya membaca satu halaman saja.[]

 

 

Reporter: Irfan Ramdhani

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.