Lompat ke isi utama
sejumlah difabel berharap aksesibilitas dalam pilkada Bantul

KPU Bantul Gelar Sosialisasi Pilkada, Sejumlah Difabel harap Akses Pemungutan Suara

Solider.id, Bantul - Semua warga Bantul yang sudah memiliki hak pilih diwajibkan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS), untuk melakukan pencoblosan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada tanggal 9 Desember mendatang. Pemungutan suara merupakan salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan Pilkada, sehigga tidak pengecualian bagi siapapun termasuk difabel, untuk tidak melakukan pencobloasan dalam gelaran Pilkada mendatang.

Demikian apa yang disampaikan oleh Istiqomah, salah seorang komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul. Isti, panggilan akbrab dari Istiqomah menyampaikan hal tersebut dalam sosialisasi tahapan pemungutan suara yang dilaksananakan pada Minggu, 6 Desember 2020. Kegiatan yang berlangsung secara singkat karena mengikuti protokol kesehatan tersebut, dilaksanakan di sekretariat Masyarakat Peduli Penyandang Disabilitas (MPPD). Kemudian peserta yang dilibatkan adalah perwakilan difabel dari semua kecamatan yang ada di Bantul, kecuali dari Kecamatan Dlinggo dan Srandakan yang berhalangan hadir.

“Bapak ibu semuanya, Ingat nanti tanggal 9 Desember jangan lupa datang ke TPS masing-masing untuk melakukan pencoblosan dalam Pilkada. Tidak perlu khawatir dengan adanya pandemi corona, karena semua TPS sudah mengikuti protokol kesehatan. Masa depan Bantul ada ditangan panjenegan semuanya, jadi luangkan waktu sekitar 5 menit untuk menenetukan masa depan Bantul selama lima tahun mendatang”,   demikian kalimat yang disampaikan oleh Istiqomah selaku komisioner KPU Bantul sebagai pembuka dalam sosialisai tahapan pemunguntan suara tersebut.

Selain itu Isti menambahkan bahwa, KPU sudah melakukan pendataan terhadap difabel  yang memiliki hak pilih. Pendataan dilakukan dengan membandingkan data difabel  yang dimiliki oleh dinas sosial dan dinas kependudukan dan catatan sipil. Kemudian dari pendataan diketahui bahwa di Bantul terdapat 3886 difabel yang sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), yang terdiri dari 1971 difabel laki-laki dan 1916 difabel perempuan. Dari keseluruhan jumlah difabel tersebut dikelompokan ke dalam empat kategori difabel yaitu fisik, mental, grahita dan motorik. Apabila masih ada difabel yang belum masuk dalam DPT, masih dimungkinkan melakukan pencoblosan, tetapi dengan syarat memiliki e-KTP atau minimal sudah melakukan perekaman e-KTP.

Harapan difabel

Pada sosialisasi yang berlangsung singkat ini juga dilakukan diskusi dengan peserta. Narsi, salah seorang difabel netra berasal dari Imogiri menanyakan kemana harus melapor apabila TPS di lingkungannya tidak aksesibel (mudah dipergunakan untuk difabel). Hal ini berdasar pada Pemilu tahun 2019 kemarin, TPS di lingkungannya tidak akses untuk difabel netra. Dijelaskan oleh Dia bahwa jalan menuju TPS berbatu dan di dataran tinggi. Memang kondisi geografis Imogiri sebagian besar merupakan daerah pegununungan, tetapi bukan tidak mungkin mencari lokasi TPS yang aksesibel.

Kemudian Supriyati  perwakilan dari Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) cabang Bantul mengharapkan, ada fasilitas jemput bola bagi difabel yang kesulitan mobilitas. Alasanya ada kelompok tertentu seperti orang sakit parah, orang yang menjalani karantina mandiri karena corona dan lansia yang fisiknya lemah mendapatkan layanan pencoblosan dengan jemput bola.

Sebagai penutup Isti menambahkan, pihak KPU sudah berusaha secara optimal agar semua TPS aksesibel, sehingga tidak menjadi momok tersendiri bagi difabel untuk menggunakan hak pilihnya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengajak difabel untuk bersama-sama memantau pendirian TPS. Apabila didapat ada TPS yang tidak aksesibel maka diharapkan segera melapor ke KPU melalui perwakilan yang sudah di tunjuk. Dengan demikian pihak KPU dapat segera memberikan teguran kepada Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) terkait, tetapi syaratnya laporan itu disampaikan maksimal H -1 bukan pada hari H nya.[]

 

Reporter: Dwi Windarta

Editor      : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.