Lompat ke isi utama
Ilustasi: Materi tentang perluasan tenaga kerja difabel

Kesempatan Kerja Inklusif bagi Masa Depan Angkatan Kerja Difabel

Solider.id, - Pemberdayaan difabel produktif merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan penempatan kerja bagi angkatan kerja difabel. Empat subyek indikator yang dapat memenuhi sejumlah fasilitas penempatan tenaga kerja yaitu tenaga kerja muda, wanita, difabel dan usia lanjut.

 

Mereka yang masih tergolong produktif tersebut menjadi aktor pendukung implementasi program perluasan kesempatan kerja inkluisif. Dimana menjadi sasaran kegiatan direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Binapenta dan PKK) yang merupakan unsur pelaksanaannya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Ketenagakerjaan.

 

Perlindungan hak di bidang pekerjaan, tanpa terkecuali telah ditetapkan dalam berbagai peraturan. ‘Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan,’ pernyataan tersebut dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 27 ayat 2.

 

Sedangkan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Bab ketiga kesempatan dan perlakuan yang sama diatur dalam pasal 5 yang berbunyi; ‘Setiap tenaga kerja memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan,’

 

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, bagian keempat membahas pekerjaan, kewirausahaan dan koperasi, pasal 56 menyebutkan; ‘Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan jaminan, perlindungan dan pendampingan kepada penyandang disabilitas untuk berwirausaha dan mendirikan badan usaha ssuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.’

 

Perluasan kesempatan kerja

 

Dalam membangun hubungan kerja, dapat berkolaborasi dengan perusahaan atau pemberi kerja dalam memberikan pelatihan kerja dan kesempatan kerja. Kolaborasi tersebut dapat memberikan gambaran terhadap kedua belah pihak yaitu calon tenaga kerja difabel dan pemilik lapangan kerja untuk saling mengetahui kemampuan calon tenaga kerja difabel.

 

Kebutuhan tenaga kerja yang dapat diserap atau ditempatkan oleh pihak pemilik lapangan kerja. Materi pelatihan kerja dapat terfokus pada bidang atau bagian-bagian jenis pekerjaan yang memang sedang dibutuhkan.

 

Selain itu di luar hubungan kerja, pelatihan kerja dapat dikemas untuk menjadikan atau membentuk tenaga kerja mandiri dan beriwausaha. Melalui program padat karya produktif dan padat karya infrastuktur yang dapat berkolaborasi dengan koperasi atau lembaga keuangan untuk membantu dan menunjang kebutuhan permodalan.

 

Mendorong perusahaan mempekerjakan difabel

 

Minimnya pemahaman antara pemilik lapangan kerja dengan calon tenaga kerja difabel, sering membuat terhambatnya singkronisasi pada penempatan kerja. Bahkan banyak calon tenaga kerja difabel yang produktif dan berpotensi belum mampu terserap oleh sejumlah perusahaan.

 

Potensi masyarakat difabel dalam dunia kerja dapat dianalisa melalui ragam hambatannya, potensi kelebihan yang mereka miliki, dan memberikan kesempatan atau menempatkan mereka pada bidang pekerjaan yang potensial. Pengetahuan tersebut akan mempermudah kedua pihak yaitu calon tenaga kerja difabel dan pihak perusahaan.

 

Contohnya, untuk difabel netra yang memiliki potensi kelebihan mereka dalam hal komunikasi dan daya ingat. Mereka dapat ditempatkan sebagai petugas call center, penulis konten, penyiar radio, tele marketing, petugas admin, terapis, analis keuangan, atau akuntan dan sebagainya.

 

Difabel fisik yang memiliki potensi kelebihannya secara sensorik dan terampil, mereka dapat di tempatkan di posisi pekerjaan petugas servis elektronik, pengajar, petugas call center, supir motor roda tiga, atau petugas admin dan sebagainya.

 

Difabel tuli yang memiliki potensi kelebihan dalam hal konsentrasi dan visual dapat di tempatkan sebagai juru masak, house keeping, tenaga kebersihan, bidang IT, admin data entry, atau jasa pemeliharaan dan sebagainya.

 

Difabel mental yang memiliki potemsi dalam hal individual job dan akomodasi minimal, mereka dapat bekerja sebagai teknisi elektro, house keeping, tenaga admin, tenaga kebersihan, atau penata rias dan sebagainya.

 

Difabel intelektual yang memiliki kelebihan repetitip dan endurance dapat di tempatkan atau bekerja sebagai pembuat bahan baku roti, pekerjaan packing sederhana, tenaga kebersihan, atau house keeping dan sebagainya. Peluang dan potensi kerja bagi para difabel intelektual ini untuk tujuan kemandirian, modeling, repetitif, dialy living skill, dan hobi.

Contoh tersebut diambil dari sumber, Menjadi perusahaan inklusi, panduan praktis inklusi disabilitas untuk penyedia kerja, Juli 2017. Saujana Perss – Potensi penyandang disabilitas di dunia kerja.

 

Menuju perusahaan inklusif

 

Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pihak perusahaan untuk membantu mewujudkan perusahaan yang inklusi antara lain dengan; mengenalkan lingkungan kerja bagi difabel dengan pekerjaan lainnya, mengintegrasikan seluruh karyawan tanpa diskriminasi dalam kegiatan-kegiatan perusahaan. Mewujudkan lingkungan kerja agar lebih akses dan inklusi, memberikan jaminan kesejahteraan yang setara bagi seluruh pekerja, serta menjamin peningkatan karir yang sama di perusahaan.

 

Pada intinya, perusahaan mampu untuk menghargai dan mengakomodir keberagaman karyawannya, memungkinkan kontribusi secara penuh dan tanpa diskriminasi guna mencapai pengalaman positif dalam pekerjaan, termasuk pada tenaga kerja difabel. Pemberdayaan tenaga kerja difabel juga dapat terus dikembangan di lingkunga kerja dengan peran serta dari pihak perusahaan.

 

 

Penulis: Srikandi Syamsi

Editor: Robandi

The subscriber's email address.