Lompat ke isi utama
anak-anak sanggar pok ame-ame sedang berkarya

Digital Story Telling Karya Bersama

Solider.id, Yogyakarta – Sanggar pok ame-ame menggelar workshop karya bersama yang menceritakan tentang cerita kehidupan masing-masing sebagai seniman difabel, Sabtu (28/11). Hal ini agar dalam masa pandemi ini, anak-anak tetap bisa berkreatifitas meskipun hanya di rumah. Sanggar ini merupakan wadah untuk anak-anak mengembangkan bakatnya dalam melukis, termasuk anak-anak difabel.

Workshop ini diadakan tiap hari Sabtu selama 5 minggu, dan hasil karyanya akan ditampilkan secara visual. Kepala sanggar, Cindarsatio Damarhapsoro mengemukakan untuk respon dan pengolahan karya pada bulan April sampai Mei, kemudian pameran di bulan Juni hingga Agustus.

“Acara ini bertujuan untuk membangun mercusuar untuk seni visual para seniman difabel mental di sanggar pok ame-ame,” ujar Chin dengan sapaan akrabnya saat di wawancarai via gawai.

Ia menambahkan kegiatan ini akan merangkum semua rangkaian cerita kehidupan para seniman difabel dari histori, emosi, harapan, dan momentumnya. Karyanya meliputi karya personal, eksplorasi media dan karakter, juga karya kolaborasi, yang dipublikasikan secara online dan offline.

“Publikasinya nanti melalui dua metode, yakni online di website samagata.org serta media sosial, dan offline. Jika memungkinkan, setelah pandemi ini kita akan bekerjasama dengan ruang-ruang publik seperti gedung ekshibisi dan bisnis seperti kafe dan hotel,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi seniman-seniman difabel mental lainnya.

“Saya harap ini akan menjadi mercusuar dengan para seniman difabel inilah sebagai apinya,” harapnya.[]

 

 Reporter: Oby Achmad

Editor      : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.