Lompat ke isi utama
informasi visual peluncuran project action yang dilakukan secara virtual

Proyek ACTION Untuk Atasi Dampak Covid-19 Bagi Kelompok Rentan

Solider.id – Proyek Active Citizens Building Solidarity and Resilience in Response to Covid-19 (ACTION) baru saja diluncurkan secara virtual pada Kamis (19/11). Proyek yang didanai oleh Uni Eropa ini dilaksanakan oleh HIVOS bersama lima konsorsium yaitu CISDI, KAPAL Perempuan, PAMFLET, PUPUK dan SAPDA. Nurul Saadah Andriyani menyatakan Difabel adalah salah satu kelompok yang paling terdampak selama pandemic ini.

Direktur SAPDA Yogyakarta ini memaparkan dari hasil asesmen cepat yang dilakukan oleh jaringan DPO diketahui bahwa secara ekonomi Difabel sangat terdampak. Ini disebabkan mayoritas Difabel bekerja di sektor informal. Sementara itu, ada juga Difabel yang secara ekonomi tergantung orang lain. Dan selama pandemic ketika orang yang menjadi tempat bergantung seperti suami atau keluarga penghasilannya turun atau hilang, maka Difabel semakin membebani. Hal ini menjadikan posisi Difabel rentan mengalami kekerasan.

“Di sisi lain selama pandemic ini ada banyak program bantuan sosial yang disalurkan. Masalahnya bantuan sosial ini masih belum mengakomodasi kebutuhan Difabel,” tambahnya mengacu pada jenis Difabel tertentu yang memiliki kebutuhan khusus jenis makanan yang bisa dikonsumsi.

Dari beberapa kendala yang dihadapi oleh Difabel di masa pandemic, Nurul menekankan tiga rekomendasi khusus tekait hal ini. ketiga rekomendasi itu adalah: 1). Ada dukungan masyarakat; 2). Pemulihan ekonomi bagi Difabel, termasuk mendukung mereka dalam memulai pekerjaan yang baru; 3). Memulihkan kesehatan fisik dan mental.

Sementara itu, Eva Sulistiawaty dari HIVOS menyatakan bahwa proyek ACTION ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi organisasi masyarakat sipil dalam mencegah, menanggulangi, dan memitigasi resiko kerentanan yang diakibatkan oleh krisis Covid-19. Selain itu proyek juga memastikan kelompok rentan dan terpinggirkan di Indonesia memiliki akses setara dalam program pemulihan sosial dan ekonomi akibat pandemic. Proyek ini dilaksanakan di lima wilayah di Indonesia yaitu Jakarta Timur, Bogor, Lombok Timur, Yogyakarta dan Makassar.

Peluncuran proyek virtual ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Erlangga Hartanto, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darusalam Vincent Piket, juga Direktur Regional HIVOS untuk Asia Tenggara Biranchi Upadhyaya.[]

 

Reporter: Ida Putri

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.