Lompat ke isi utama
Promotor Program Lead On Hendra dan Ujang berfoto dengan kawannya

INVEST-DM: Libatkan Peran Difabel dalam Penanggulangan Covid-19

Solider.id, Bandung- LeaN On Investing in Human Capital for Disaster Management (INVEST-DM) mengadakan webiner nasional di akhir Oktober 2020, dalam rangka peringatan bulan pengurangan risiko bencana dengan pendanaan dari USAID.

 

Program ini merupakan bentuk dukungan terhadap pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bentuk prorgamnya sendiri merupakan manajemen pelayanan tentang risiko penanggulangan bencana secara efektif dalam upaya menyelamatkan korban. Baik melalui strategi pendidikan publik yang inklusif terkait risiko dan mitigasi bencana. Salah satunya yang saat ini melanda, Covid-19.

 

Direktur BNPB, Agus Wibowo, menyampaikan lingkup dan strateginya meliputi perumusan kebijakan teknis. Menyusun perencanaan dan melaksanakan dukungan teknis melalui pengembangan strategi penanggulangan bencana.

 

Selain itu, Melakukan riset dan kajian teknisnya secara holistik, integratif, dan multi perspektif. Menyiapkan koordinasi penyusunan Norma Standar Prosedur Kriteria (NSPK) serta pelaksanaan pemantauan dan evaluasi juga pelaporannya. Beberapa daerah yang sudah melakukan program ini diantaranya, Kota Medan, Bandung Raya dan DKI Jakarta dengan melibatkan peran serta masyarakat difabel.

 

Hendra Jaya dan Ujang Sulaenam, difabel daksa dari Kota Bandung misalnya, mereka sudah terlibat secara langsung dalam kegiatan tersebut. Sebagai promotor LeaN On INVEST-DM, mereka memiliki tugas untuk melakukan survei kepada masyarakat terkait covid-19.

 

“Kami memberikan edukasi singkat terkait covid-19, memberikan survei dalam bentuk pertanyaan isian pilihan ganda secara online tentang pengetahuan mereka terkait covid-19, bentuk pencegahan yang sudah dilakukan, bentuk dukungan terhadap upaya dan usaha pemerintah tentang penanganannya, hingga manfaat yang dirasakan,” tutur Ujang.

 

Kegiatan tersebut mulai efektif dilakukan sejak awal November dan menurut rencana akan terus berlanjut hingga Januari 2021 mendatang. Survei isian formulir ini dilakukan selama tiga bulan dengan menyasar semua lapisan masyarakat, baik difabel maupun nondifabel. Untuk link formulir isian yang diberikan promotor tidak dapat disebar luaskan, melainkan survei ini diisi secara langsung demi menjaga keakuratan data.

 

Baik Ujang atau Hendra dalam keterlibatannya sebagai petugas promotor mengaku senang. Permasalahan tentang covid-19 bukanlah hal yang sulit untuk disosialisasikan. Masyarakat secara umum sudah sangat paham dan sudah banyak mendapatkan informasi yang tepat seputar covid-19, termasuk dikalangan masyarakat difabel.

 

“Hasil survei setiap individu yang kami temui, nantinya langsung terhubung ke pusat melalui  sistem aplikasi online yang linknya ada pada kami sebagai promotor. Jadi, dalam menjalankan tugas ini tidak bisa menyebar link melalui grup WhatApps misalnya supaya lebih cepat, tidak bisa seperti itu. Ini betul-betul personal,” papar Ujang.

 

Dalam program LeaN On Investing in Human capital for Disaster Management tersebut, telah mengukuhkan sebanyak tiga ratus peserta promotor untuk melakukan komunikasi risiko dan layanan perlindungan covid-19 bagi masyarakat difabel di tiga wilayah tadi.[]

 

Reporter: Srikandi Syamsi

Editor: Robandi

The subscriber's email address.