Lompat ke isi utama
informasi seputer MathMBC

MathMBC untuk Pembelajaran Matematika Difabel Netra

Solider.id – Matematika merupakan  mata pelajaran yang jauh dari jangkauan Difabel Netra. Padahal fungsinya penting bagi semua peserta didik. Hal ini diungkapkan oleh Bambang Basuki dalam “Webinar Strategi Pembelajaran Matematika Untuk Peserta Didik Tunanetra”. Diskusi daring ini dilaksanakan pada Kamis (12/11).

“Pelajaran Matematika mendorong peserta didik untuk berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, inovatif dan kreatif, juga kemampuan bekerjasama. Ini berguna untuk bertahan pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan sangat kompetitif. Selama ini Difabel Netra menghindari Matematika karena adanya persepsi keliru,” jelas Ketua Yayasan Mitranetra ini.

Dia menambahkan bahwa persepsi keliru terjadi ketika guru tidak memahami kebutuhan Difabel Netra dan mengedepankan daya visual dalam memberikan materi. Ini menyebabkan Difabel Netra memiliki fondasi lemah dalam memahami Matematika. Selain itu, guru juga tidak paham simbol-simbol matematika dalam huruf braille. Oleh karena itu pihaknya dengan dukungan dari beberapa pihak mengembangkan software Math Mitranetra Braille Converter (Math MBC). Program komputasi ini berguna bagi guru dalam menyediakan naskah braille dalam pembelajaran dan evaluasi, juga membantu guru membaca hasil kerja siswa yang ditulis dalam huruf braille.

Selain mengembangkan Math MBC, program lain yang saat ini tengah dikembangkan oleh Yayasan Mitranetra untuk menjadikan pelajaran Matematika aksesibel bagi Difabel Netra adalah mengembangkan buku panduan. Ada dua jenis buku panduan yang disusun yaitu panduan umum dan panduan untuk setiap kelas mulai dari kelas 1 sampai 12.

Sementara itu Indah Lutfiah, penyusun buku panduan pembelajaran matematika untuk siswa Difabel Netra tingkat Sekolah Dasar menerangkan bahwa buku ini disusun berdasarkan kurikulum 2013. Panduan ini lebih mengedepankan alat peraga yang aksesibel, juga bagaimana penggunaan alat peraga ini bagi siswa Difabel Netra. Panduan ini mengedepankan fungsi peraga yang bisa diraba oleh siswa sehingga memudahkan mereka belajar Matematika.

Diskusi daring yang dimoderatori oleh Astri Hanjarwati dari PLD UIN Sunan kalija Yogyakarta ini berlangsung selama tiga jam. Diskusi ini juga menghadirkan Professor Al Makin, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.[]

 

Reporter: Ida Putri

Editor     : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.