Lompat ke isi utama
salah satu mahasiswa difabel netra Fakultas Hukum UI

Cerita Nur Fauzi Jadi Mahasiswa FH UI

Solider.id - Tahun ini, Fakultas Hukum Universitas Indonesia kembali menerima mahasiswa difabel netra. Nama mahasiswa itu adalah Nur Fauzi Ramadhan.

Laki-laki yang akrap disapa Fauzi ini diterima di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) melalui jalur Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB) kelas paralel. Jalur PPKB adalah proses seleksi calon mahasiswa baru yang menggunakan nilai rapot sebagai indikator kelulusan. Fauzi, menjelaskan kepada Solider mengapa ia memilih melanjutkan studi di FH UI dan bagaimana proses yang dilaluinya sehingga  diterima di FH UI.

Fauzi bercerita kepada Solider bahwa sejak SMP ia sudah tertarik untuk belajar di Fakultas Hukum. Ketertarikannya itu muncul karena ia kerap kali menyaksikan berita dan tayangan telivisi yang membahas mengenai isu-isu hukum. Selain itu, alasan yang membuatnya tertarik untuk belajar hukum adalah kedepan ia berkeinginan untuk memperjuangkan isu difabel melalui jalur hukum. “kan masih cukup jarang pembahasan mengenai isu difabel di dunia hukum” ungkapnya ketika berbincang dengan Solider tanggal 28 September 2020.

Perjuangannya agar dapat diterima di FH UI sudah dimulainya sejak masa SMA. Selama 5 semester di SMA, ia selalu berusaha agar nilai rapotnya dapat mengalami peningkatan disetiap semesternya. Fauzi juga berupaya menjadi siswa terbaik di kelasnya. Hasilnya, di setiap semester ia selalu mendapatkan ranking 1 di kelasnya.  Siswa SMAN 66 Jakarta ini bukan hanya berprestasi di dalam kelas. Di tahun 2018, ia pernah mengikuti olimpiade ekonomi tingkat nasional dan memperoleh hasil sebagai semi finalis. Hasil dari kerja kerasnya tersebut akhirnya baru diperolehnya di tahun 2020. Ia diterima di kelas parallel FH UI melalui jalur Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB).  

Perjuangannya untuk masuk FH UI pun sempat diwarnai kegagalan. Sebelumnya, ia juga mendaftar melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Namun, ia tidak diterima ketika mendaftar melalui jalur ini. Ketika menerima pengumuman bahwa ia diterima di FH UI beberapa bulan yang lalu, sesungguhnya ia tidak percaya. Sebabnya, persaingan untuk dapat menjadi mahasiswa FH UI cukup ketat. “saat mengetahui pengumuman bahwa saya diterima, saya langsung sujud syukur”. Ungkap alumnus SMAN 66 Jakarta ini.

Fauzi menjelaskan, ia merasa senang karena pihak FH UI menyambut baik dirinya. Pihak FH UI langsung menanyakan apa saja yang dibutuhkannya selama mengikuti kuliah serta hal-hal yang dapat dipenuhi oleh pihak fakultas. Saat ini, ia telah menjalani minggu ketiga kuliahnya. Ia sangat menikmati kuliah yang dijalaninya, karena menurutnya selama tiga minggu ini ia telah belajar banyak. Bahkan, ia telah mendapatkan kuliah dari akademisi ternama seperti Prof. Topo Santoso dan praktisi terkemuka seperti advokat Ahmad Fikri Assegaf dan direktur LBH Jakarta Alghiffari Aqsa. Selama kuliah, kedepan ia ingin belajar lebih banyak mengenai penelitian hukum. Bahkan, ia telah berencana untuk melakukan magang di beberapa lembaga riset.

Hal ini sejalan dengan pilihan karirnya kedepan. Pasca menyelesaikan studinya di FH UI, ia berkeinginan untuk langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang master karena ia ingin menjadi seorang dosen. Namun, dalam jangka panjang, ia memendam mimpi untuk menjadi seorang hakim di Mahkamah Konstitusi. “kan menjadi hakim konstitusi ada syarat usianya, jadi sebelum mencapai usia minimal untuk menjadi hakim konstitusi saya ingin mengabdikan diri sebagai dosen”. Ungkapnya melalui sambungan telepon.

“kan saat saya jadi dosen, saya juga bisa membuat riset yang dapat membantu kelompok difabel”. tutup mahasiswa kelahiran tahun 2001 ini.[]

 

Reporter : Tio Tegar

Editor      : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.