Lompat ke isi utama
Ilustrasi foto Guiding blok di Halaman depan Kantor SIGAB Indonesia

Berpergian Ala Difabel Netra Secara Mandiri di Tengah Pandemi

Solider.id- Kemandirian dalam bermobilitas, menjadi bagian tak terpisahkan bagi setiap manusia. Kemandirian menunjang kebutuhan yang sangat erat kaitannya bagi kehidupan manusia. Misal, seseorang pekerja kantoran, dia membutuhkan akses untuk menuju kantor, jalan aspal, kendaraan, dan layanan publik yang tentunya akses.

Begitupun juga dengan difabel netra. Tapi kadang, di antara kita masih ada yang beranggapan bahwa difabel netra tidak bisa bermobilitas karena keterbatasan penglihatannya. Kita hanya melihat dari sisi kedisabilitasan seseorang, tanpa mencoba melihat dari sisi hambatan sosialnya.

Saat ini, teknologi mengubah dan menyediakan semua kebutuhan manusia dalam menunjang mobilitas. Difabel netra bisa mengerjakan tugas dengan komputer, sebagaimana saya menulis artikel ini. Difabel netra bisa pergi ke indomaret selama disediakan ruang berupa guiding blok. Difabel netra bisa piknik, selama tempat wisata menyediakan aksesibilitasnya.

Persoalan bukan pada sisi individu semata, afirmasi lingkungan dan penyediaan kebutuhan bagi difabel, maka tidak ada yang tidak mungkin.

Difabel netra perlu bermobilitas secara mandiri, tanpa bermaksud merepotkan keluarga, saudara juga tetangga. Karena jika didampingi, maka tidaklah leluasa dalam berpergian, entah tergesa-gesa orang yang mendampinginya, bahkan kita tidaklah tahu rute perjalanan yang kita hadapi jika bersama orang yang mendampingi kita.

Di tengah Pandemi ini tentu bermobilitas tetap harus dilakukan oleh difabel netra. Karena hal ini untuk membisaakan diri kita yang sekian lama berdiam diri di rumah lebih dari 6 bulan lamanya. Tentu akan membuat jenuh pikiran dan berisiko mengalami tekanan stres.

Berikut tips yang perlu dilakukan difabel netra jika bermobilitas secara mandiri di tengah pandemi yang masih berlangsung.

Tentukan tempat tujuan

Jika kita ingin berprgian tentu kita harus sudah tahu nama lokasi tempat yang akan kita tuju. Seperti pasar, pusat perbelanjaan, sekolah dan tempat publik lainnya.

Jika sudah, maka kita tinggal menanyakan kepada keluarga, saudara atau orang yang berpapasan langsung dengan kita. Kendaraan umum apa yang sebaiknya kita harus naik, hal ini untuk meminimalisir salahnya kendaraan umum yang akan kita naiki ke tempat yang akan kita tuju.

Kendaraan umum yang di pilih

Jika opsi kendaraan umum yang ada di sekitar tempat tinggal ada banyak. Seperti angkot, bus kota, kereta lokal dan kendaraan umum lainnya. Nah di sinilah kita harus pandai memilih kendaraan agar tidak boros ongkos karena terlalu banyak kendaraan yang kita naiki.

Misal, jika ingin ke pusat perbelanjaan harusnya naik angkot 2 kali dengan ongkos Rp. 10.000 dengan opsi kedua naik kereta umum hanya Rp. 5.000 diawali jalan kaki kurang lebih 300 meter. Maka kita lebih mengirit naik kereta lokal pastinya.

Ingat ya, jangan lupa bertanya dan meminta tolong kepada orang yang berpapasan dengan kita untuk menanyakan rute kendaraan yang akan kita tuju pastinya sebelum naik, karena khawatir salah kendaraan.

Nah ketika di dalam kendaraan umum, kita meminta tolong kepada orang sekitar untuk menginformasikan alamat yang akan kita tuju, agar tidak terlewat atau nyasar.

Menyiapkan ongkos uang pas

Sebelum berangkat ke tempat tujuan, maka sebaiknya kita pisahkan uang nominal kecil dan nominal besar. Hal ini supaya tidak salah dalam memberikan ongkos kendaraan yang nanti kita naiki. Maka lebih tepat kita siapkan uang yang pas dengan ongkos yang akan kita berikan nanti.

Protokol kesehatan

Di tengah pandemi yang makin meningkat ini dan belum ada tanda-tanda pengurangan angka positif Covid-19. Maka kita harus mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjga jarak dengan orang lain, membawa pembersih tangan seperti hand sanitaizer. Usahakan untuk tidak menyentuh benda-benda, gunakan tongkat untuk meraba terlebih dulu benda apa yang akan disentuh.

Seperlunya di tempat yang kita tuju

Tentu ditengah pandemi ini, kita tidak boleh berlama-lama ditempat umum bahkan berkerumun. Hal ini akan berpotensi menularkan virus di badan kita.

Contoh jika kita ke pasar, maka kita membeli kebutuhan yang benar-benar mendesak untuk kebutuhan di rumah. Dan carilah penjual yang banya menyuguhkan beberapa macam barang kebutuhan. Hal ini membuat irit waktu dan irit bertemu dedengan orang lain. Kiat ini perlu dilakukan dengan kesadaran penuh, jika tidak anda bisa kalap berbelanja.

Membersihkan badan

Sehabis kita berpergan tadi, tentu kita tidak tau apakah kita membawa virus atau tidak di badan kita. Maka kita sebelum berinteraksi langsung dengan keluarga kita di rumah, maka kita terlebih dulu membersihkan badan kita, seperti mandi, mengganti pakainan bersih dan barulah kita tenang bertemu langsung dengan anggota keluarga kita yang lain di rumah.

Semoga tips ini bisa bermanfaat bagi teman-teman difabel netra yang terbisaa bermobilitas secara mandiri, meski di tengah pandemi tak menyurutkan kita untuk bermalas-malasan di dalam rumah tanpa melakukan aktifitas yang membuat diri kita bergeerak.[]

 

Penulis: Indra Rukmana Putra*

*Difabel Netra dari Cirebon, aktif menulis di berbagai media

Editor: Robandi

The subscriber's email address.