Lompat ke isi utama
materei pembicara webinar terkait gizi anak sehat

Pentingnya Penatalaksanaan Gizi Pada Autis Sebagai Pemenuhan Hak Anak

Solider.id, Surakarta - Kekeliruan pemahaman terkait diet gluten dan kasein bagi anak autis perlu diluruskan. Dikutip dari parenting.origami.co.id, bahwa diet terkait gluten dan kasein sempat dikatakan dapat meredakan masalah perilaku dan berbagai gejala pada anak dalam spektrum autisme. Namun saat ini pola makan khusus ini mulai diragukan keefektifannya. Meski sebagian besar orangtua yang pernah mencoba mengakui melihat perubahan yang positif pada anak, berbagai hasil penelitian terkini malah menemukan jika diet bebas kasein dan gluten tidak memberikan efek apa pun. Orangtua dengan anak autis perlu mengetahui terkait pemenuhan gizi anaknya, sebagai bentuk pemenuhan hak anak.

Gluten adalah sejenis protein yang ada di dalam tepung dan gandum. Dan hampir semua makanan yang kita konsumsi sehari-hari mengandung gluten. Kasein adalah sejenis protein dalam susu dan keju yang mengandung asam amino umum dan esensial.

Ada hubungan yang sangat erat antara pencernaan dan fungsi otak. Komposisi mikrobioma dalam sistem pencernaan dapat mempengaruhi emosi dan fungsi otak seseorang termasuk anak autis. Diet bebas gluten dan kasein berpotensi menyebabkan kekurangan vitamin D, kalsium, zat besi, vitamin B, dan nutrisi penting lainnya.

Karena ada gangguan pencernaan, maka prinsip dasar diet anak, yang selalu orangtua tekankan. Diet  anak autis bukan mengurangi. Ada beberapa pemahaman di banyak orang selalu berpikir diet itu mengurangi. Diet bukan mengurangi akan tetapi mengatur bahan jenis yang harus dikonsumsi. Demikian yang dikatakan oleh Rachmi, seorang ibu dari anak autis yang juga seorang ahli gizi pada channel youtube Riska Timothy, Parenting Online Indonesia (POIN) ke-13 dengan tema Variation Compotition Portion. Menurut Rachmi, orangtua anak autis perlu mengetahui status gizi bagi anak-anak mereka.

Anak autis harus dalam keadaan gizi normal, dan banyak dipengaruhi banyak hal. Mengapa orangtua penting tahu gizi? Anak harus sehat, pertumbuhan fisik dan psikis harus seimbang tidak hanya dari satu aspek. Dulu para orangtua mengenal istilah empat sehat lima sempuna, namun sekarang namanya berganti menjadi menu gizi seimbang. Semua yang anak-anak konsumsi, asupan gizi itu mencakup gizi makro dan mikro. Lalu yang dikatakan seimbang yang mana? Yang harus diperhatikan adalah jenis dan sesuai dengan anak-anak, yang berbeda satu sama lain. Ketika bertemu anak yang karena diet, maka turun timbang badan, kita tidak boleh bilang “Nah nggak cocok nih anak diet.”

 

Peran Orangtua Anak Autis dalam Penatalaksanaan Gizi

Yang perlu diperhatikan oleh orangtua anak dengan autis adalah memperkenalkan prinsip-prinisp keanekaragaman makanan. Anak-anak perlu variasi makanan, sejalan prinsip diet anak autis, terkait dengan rotasi dan eliminasi. “Kita perlu tahu status gizi, asupannya kurang tidak, berlebih tidak. Di setiap kota kita boleh konsul tentang anak pada dokter ahli gizi, supaya tahu status gizi anak. Perhatikan berat badan ideal, erat kaitannya status gizi. Kurus bukan berarti kurang gizi, bisa sesuaikan aturan diet anak autis. Saya sebagai ahli gizi, saya terapkan kepada Fadel, anak saya. Di awal kita terapkan maka akan ada tantangan, kalau ada yang bilang tidak cocok, akan kita cari penyebabnya, anak saya termasuk yang susah tapi saya bisa melewati.”

Zat gizi makro dan mikro, makro diperlukan tubuh dalam jumlah besar, mikro adalah kecil. Setiap hari tidak boleh makro terus, mikro terus, maka harus seimbang, harus beraneka ragam, dan bervariasi. Zat gizi makro di dalamnya karbohidrat, protein, dibutuhkan besar,tapi vitamin mineral juga penting.

Variasi makanan yang mana saja yang dibutuhkan? yakni hidangan dengan berbagai makanan yang disajikan dengan warna dan rasa berbeda, baik pada anak autis maupun dewasa lebih suka bervariasi. Anak-anak akan bosan makan ayam terus, daging terus, maka penting untuk menyusun menu sehari-hari. Kita harus perhatikan pengaturan variasi makanan. Kenapa anak-anak itu perlu variasi?

Hindari bosan.

Perlu variasi, bakteri baik untuk membantu berkembang yang didapatkan dari konsumsi makanan yang bervariasi,

Kebiasaan makan yang sehat

makan sehari-hari dengan jenis makanan dan sayur bermacam dan variasi. Yang mau nasi putih bagus, nasi merah juga bagus. Kenapa perlu? Nutrisi yang dipenuhi jumlahnya ideal, pas. Dalam kehidupan sehari-hari : kemarin sayur bayam, daging. Besok makan sop, ikan, intinya bervariasi.

Komposisi yang tepat

Komposisi bahan makan sangat penting dalam penatalaksanaan pengaturan diet pada anak-anak. Dalam 100 gram nasi putih, sama dengan 1 mangkuk nasi KFC , atau 175 kalori. Komposisi bahan makanan ini dasarnya orangtua harus tahu. Jangan sampai dua piring nasi, sayurnya kurang, ikannya kurang.

Ada satu pertanyaan menggelitik dari orangtua anak autis yang melakukan diet salah kaprah. Ia dalam waktu satu tahun terakhir ini memberikan diet dengan mengolah daging setiap hari sebanyak 1 kg kepada putrinya. Menurutnya, dengan mengkonsumsi daging maka diet bagi anaknya terpenuhi. Diet dalam nama apapun yang diberikan kepada anak secara tidak normal menurut Rachmi sangat tidak bagus, apalagi dengan ukuran daging sebanyak itu, yang akan berpengaruh terhadap tubuhnya, misalnya angka kolesterol dan kadar lemak yang tinggi. 

Terkait pemberian susu pada anak, Rachmi memiliki pengalaman bahwa si anak tidak bisa tidur dengan tenang. Begitu putus susu dia tidur enak. Setelah diet beberapa bulan lalu dan melakukan terapi termasuk okupasi terapi, dan wicara selama 6 bulan, diet, kemudian perkembangan bicara ada. Akhirnya Rachmi banyak berbagi pengalaman ke komunitas bahwa pemberian susu itu besar pengaruhnya. “Ibu-ibu yang masih meminumkan susu, anak saya tidak minum susu bukan tidak gizi. Sekarang tidak wajib minum susu. Tanpa minum susu kebutuhan kalsium bisa terpenuhi,” ungkap Rachmi.[]

 

Reporter: Puji Astuti

Editor   : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.