Lompat ke isi utama
peserta webinar belajar online

Menilik Formulasi Pembelajaran ABK di Masa Pandemi

 

Solider.id – Pendidikan di masa pandemi saat ini memakai Pembelajaran Jarak Jauh (PPJ), namun realitanya masih banyak kendala, terutama untuk anak-anak difabel. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) dan Pendidikan Luar Biasa (PLB) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat formulasi untuk pembelajaran anak-anak difabel di masa pandemi melalui webinar, Kamis (10/9).

Endang Saeful Munis selaku widyaiswara P4TK dan PLB menjelaskan tujuan pendidikan nasional sesuai Undang-undang nomor 20 tahun 2003 adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

“Ada dua komponen yang penting pada pendidikan yaitu guru dan siswa, namun dengan kompleksitas pendidikan yang ada sekarang ini, peran orang tua juga dibutuhkan untuk mencapai tujuan pendidikan yang optimal,” ujar Endang

Untuk itu perlu membangun komunikasi yang efektif antara guru dan orang tua. Ia menerangkan jika P4TK dulu hanya mengerjakan tentang guru, karena waktu itu asumsinya guru yang menyampaikan informasi pada siswa.

“Tetapi setelah itu berlangsung realitanya berbeda, hasil uji kompetensi tidak berbanding lurus dengan prestasi siswa di lapangan. Jadi sekarang ini Kementerian pendidikan fokus pada peningkatan lulusan siswa di sekolah melalui guru, hal ini juga sama dalam pendidikan luar biasa, namun ada tambahan orang tua juga,” tuturnya

Guru sebagai penggerak siswa dan orang tua agara tujuan pembelajaran tercapai. Gerakan ini akan berjalan ketika ada komunikasi efektif antara guru ke siswa dan guru ke orang tua.

“Ketiga komponen tersebut yaitu guru, siswa, dan orang tua, bisa terjalin ketika ada komunikasi yang nyaman yaitu secara langsung atau tidak langsung, guru harus mencari apa yang membuat orang tua nyaman dalam berkomunikasi. Guru juga dalam berkomunikasi harus berupaya menyenangkan, salah satu unsurnya yaitu adanya respon orang tua dalam keterbukaan, lalu dengan keterbukaan dari orang tua, guru harus bisa merasakan kondisi orang tua. Kalau bisa guru jangan menambah pekerjaan orang tua,” ucapnya

Ia juga menjelaskan dalam dunia PLB, ada identifikasi dan kasus yaitu untuk memetakan kemampuan kelebihan dan kekurangan anak dimana salah satunya adalah untuk mengembangkan komunikasi anak. Beberapa tujuan komunikasi efektif ini adalah menyelaraskan pola asuh di rumah dan di sekolah, menyampaikan kendala maupun kelebihan anak, membangun tingkat kognisi dan kepribadian anak, ide-ide cemerlang orang tua juga akan dapat mendorong program-program di sekolah.

“Komunikasi yang efektif antara guru dan orang tua itu baiknya selama proses pembelajaran berlangsung, di awal pembelajaran yaitu kesepakatan pelibatan orang tua dengan komunikasi yang tidak selalu formal tapi secara personal dan informal, libatkan orang tua juga dalam menyusun kurikulum, menyusun strategi keterlibatan orang tua dirancang sejak awal, kegiatan pembelajaran dirancang beragam serta waktu pelaksanaannya terjadwal dengan baik. Kemudian dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu melibatkan orang tua dalam memantau proses pembelajaran, bersama orang tua menghadiri kegiatan hasil karya siswa, menguji siswa misal apakah benar siswa bisa mencuci baju, lalu melibatkan juga orang tua dalam mengelola kegiatan siswa seperti penerbitan buku,” tukasnya

Ia membagikan beberapa tips kepada para guru supaya komunikasi bisa berjalan efektif yaitu kenali lawan bicara dengan baik, jangan terlalu banyak bicara dan kurang mendengar, jangan  merasa dan memperlihatkan bahwa kita lebih tahu daripada lawan bicara, kenali betul diri sendiri dan kemampuan diri sendiri.[]

 

 Reporter; Oby Achmad

editor       : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.