Lompat ke isi utama
bimtek bagi GPK untuk mencukupi terget 5000 GPK bagi sekolah inklusi

Guru Pembimbing Khusus Tak Tercukupi, Kemendikbud Laksanakan Bimtek

Solider.id – Dalam sistem pendidikan, guru menjadi salah satu komponen utama. Bertemu langsung dengan peserta didik di kelas, guru harus mampu mengelola pembelajaran agar dapat diakses seluruh peserta tanpa terkecuali. Untuk memenuhi harapan tersebut, guru harus mampu memahami strategi dan metode pengelolaan pembelajaran yang inklusif, sehingga mampu mengakomodir seluruh kebutuhan peserta didik.

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan guru pembimbing khusus, serta meningkatkan kompetensi guru dalam pengelolaan pendidikan inklusif, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Guru & Tenaga Kependidikan, Pendidikan Menengah & Pendidikan Khusus melaksanakan Bimbingan Teknis Program Pemenuhan Guru Pendidikan Khusus. Menargetkan 5000 guru dari 34 provinsi, BIMTEK ini diperuntukkan untuk para guru dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK yang belum pernah mengikuti pelatihan guru pembimbing khusus pada  pendidikan inklusif.

“Bimbingan teknis guru pembimbing khusus tahun 2020, baru langkah awal, ini baru tingkat dasar. Kita di Kemendikbud merencanakan ada tiga jenjang; tingkat dasar, tingkat menengah, dan tingkat mahir.” Ungkap Praptono Direktur GTK Dikmen Diksus pada pembukaan BIMTEK angkatan II (09/14).

Dalam kegiatan pembukaan BIMTEK angkatan II yang juga ditayangkan pada channel GTK Dikmen Diksus TV, Dadang Garnida selaku koordinator  pelaksana menyebutkan “Menurut data Dapodik, ada 27.967 sekolah inklusif di negeri ini, dan hanya ada 679 orang guru pembimbing khusus, Dengan jumlah sekolah dan guru yang sudah terdaftar, seyogyanya kebutuhan guru pembimbing khusus harus segera dipenuhi sebanyak-banyaknya.”

Dikutip dari channel Inklusif 2020, dijelaskan bahwa  “Kegiatan ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya dalam memeuhi kebutuhan guru pembimbing khusus, sekaligus untuk meningkatkan kompetensi guru di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif.”

Secara terperinci, tujuan pelaksanaan program ini adalah:

  1. Memenuhi sebagian dari kebutuhan guru pembimbing khusus di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif.
  2. Meningkatkan pemahaman guru tentang konsep dan prinsip dasar penyelenggaraan sistem pendidikan inklusif.
  3. Meningkatkan kompetensi profesional guru dalam praktik layanan pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif.
  4. Meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam melayani anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif.
  5. Meningkatkan keterampilan guru dalam praktik pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah penyelenggara pendidikan inklusif.

Program ini dilaksanakan dalam dua tahapan menggunakan pendekatan Blended Training. Tahapan pertama adalah pemahaman konsep yang dilaksanakan secara daring melalui media Learning Management System (LMS) milik Kemendikbud. Tahapan kedua adalah fase penguasaan yang akan dilaksanakan secara luring dan direncanakan terlaksana pada awal 2021.

Pada tahapan pemahaman, peserta dibagi ke dalam lima angkatan dan 250 kelas. Kelas uji coba telah dilaksanakan pada akhir Agustus hingga awal September yang diikuti oleh 200 orang peserta, dan sisanya mengikuti kegiatan pada angkatan 2 sampai 5 mulai tanggal 14 September – 24 Oktober 2020.

Dalam kegiatan ini, ada tiga macam materi yang harus dipelajari oleh peserta yaitu; Materi umum, materi pokok, dan materi penunjang. Pada tahapan pemahaman yang dilaksanakan selama sembilan hari, peserta memperoleh materi yang meliputi:

  1. Konsep pendidikan inklusif;
  2. Keberagaman jenis kebutuhan peserta didik;
  3. Bentuk layanan pendidikan bagi ABK;
  4. Sistem layanan pembelajaran;
  5. Pengenalan program kebutuhan khusus; dan
  6. Sistem dukungan

“Materi-materi tersebut, tentunya diharapkan dapat meningkatkan kompetensi sebagai guru pembimbing khusus yang memiliki pemahaman bagaimana menyelenggarakan pendidikan inklusif, dan memiliki kesediaan untuk memberikan layanan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan para peserta didik.” Rilis Kemendikbud di channel Inklusif 2020.[]

 

Reporter: Ahmad Syarif Sulaeman

Editor    : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.