Lompat ke isi utama

UU Penyandang Disabilitas Jangan Jadi Pajangan

Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan, Undang-Undang Nomor 19 tahun 2011 tentang Penyandang Disabilitas jangan hanya menjadi pajangan tapi harus direalisasikan hak-hak mereka.

"Kita sudah ratifikasi konvensi hak-hak penyandang disabilitas, tapi itu belum cukup. Kita tidak ingin undang-undang itu menjadi pajangan saja," kata Menteri Sosial pada workshop peningkatan kapasitas dan kesadaran pemangku kebijakan atas isu dan hak penyandang disabilitas di Jakarta, Selasa.

Setelah ratifikasi konvensi hak penyandang disabilitas dilakukan pada 2011, Kementerian Sosial membuat surat edaran ke seluruh kementerian dan pemerintah daerah untuk merealisasikan yang menjadi hak penyandang disabilitas.

Menurut Salim, setelah ratifikasi dilakukan, realisasi terhadap hak penyandang disabilitas belum maksimal dilakukan bahkan tidak ada realisasi yang signifikan.

Dia mencontohkan, dari gedung-gedung pemerintah dan fasilitas umum yang ada baik di pusat maupun daerah belum memenuhi kelayakan bagi penyandang disabilitas Begitu juga dengan pemenuhan satu persen tenaga kerja penyandang disabilitas di dunia usaha, hingga saat ini belum terserap maksimal.

Untuk itu, Mensos mengharapkan ke depan ada sanksi yang diberikan bagi pihak-pihak yang tidak memenuhi hak-hak penyandang disabilitas dan diberikan dorongan agar penyandang disabilitas tahu hak mereka.

"Pemberian sanksi penting, kalau tidak ratifikasi ini tidak akan jalan dan hak-hak penyandang disabilitas tidak akan terpenuhi," kata Mensos.

Pemerintah daerah juga diminta untuk merealisasikan hak-hak penyandang disabilitas misalnya melalui kebijakan peraturan daerah.

"Ini tidak bisa hanya diungkapkan saja tapi bukti nyata di lapangan. Mereka punya hak yang sama dengan kita," tambah Mensos.

Kementerian Sosial mendata jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai angka 3,11 persen atau sebanyak tujuh juta jiwa dari sekitar 238 juta penduduk.

Dari jumlah tersebut, setiap tahunnya Kementerian Sosial melatih sekitar 1.000 orang penyandang disabilitas dengan anggaran RP25 juta hingga Rp70 juta per orang. Hingga saat ini masih ada 359 orang lagi yang belum bekerja. (ANTARA)

Sumber: Otda News (http://www.otdanews.com/read-news-9-0-1351-uu-penyandang-disabilitas-ja…). Diakses tanggal 18 January 2013

The subscriber's email address.