Lompat ke isi utama

Cerita Seorang Tuli Membuka Usaha Mie Ayam

Solider.id - Michael Sungkharisma, memberikan contoh bahwa seorang difabel pun mampu untuk menjadi wirausahawan. Ia menceritakan pengalamannya ketika menjadi pembicara pada diskusi yang berjudul “Getting To Know Aku Mampu” yang diselenggarakan oleh At America pada tanggal 22 Agustus 2020.

Pada Februari 2020, Michael Sungkharisma mulai merintis usaha berjualan mie ayam. Sebelum berjualan mie ayam, ia pernah bekerja di sebuah hotel di Bali. Ia dapat bekerja di hotel tersebut berkat penyaluran tenaga kerja difabel yang dilakukan oleh DNetwork. Pengalamannya selama bekerja di hotel lah yang menginspirasinya untuk membuat usaha mie ayam.

Selain pengalaman yang telah dimilikinya selama bekerja di hotel, Michael juga mendapatkan dukungan dari kerabatnya untuk membuat mie ayam secara mandiri. Kerabatnya-lah yang mengajarkannya untuk memproduksi mie ayam dengan tangannya sendiri. Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas mie ayam yang dibuat Michael.

Setiap pagi, Michael memastikan pembuatan mie ayam yang dijualnya dengan tangannya sendiri. Usaha mie ayam yang dibuatnya diberi nama Makar. Makar adalah singkatan dari ”makanan rakyat”.

Penamaan usahanya tersebut, menurut Michael, disebabkan karena mie ayam yang dijualnya dengan harga yang terjangkau. Cukup dengan Rp15.000, mie ayam buatan Michael sudah bisa dinikmati. Michael mengatakan, produknya ini lebih terjangkau dari pada produk makanan lainnya yang ada di pusat-pusat perbelanjaan. Saat ini, usaha mie ayam yang dijual Michael sudah memiliki 4 cabang di Jakarta.

Tantangan sempat dihadapi oleh Michael ketika memulai usahanya. Sebabnya, ia memulai usahanya pada Februari 2020, tepat satu bulan sebelum pandemic Covid-19 meruntuhkan ekonomi dunia. Tak hilang akal, kemudian Michael membuat promosi yang menarik. Ia menggratiskan mie ayam buatannya selama beberapa hari ketika awal pandemic terjadi di Indonesia. Promosi yang dilakukannya itu terbukti efektif, karena dalam beberapa bulan saja, 4 cabang warung mie ayam berhasil dibuka.

Usaha mie ayam yang dibuat Michael juga menerapkan prinsip inklusivitas. Michael menerapkan kolaborasi antara karyawan Tuli dan karyawan nondifabel.[]

 

Reporter: Tio Tegar

Editor     : Ajiwan Arief  

The subscriber's email address.