Lompat ke isi utama

Komitmen BUMN Mempekerjakan Difabel

Solider.id, Jakarta  - Rabu 22 Juli 2020, Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan penandatanganan nota kesepahaman untuk melaksanakan Pasal 53 ayat (1) UU Penyandang Disabilitas. Pasal itu berisi mengenai kewajiban pemerintah, pemerintah daerah, BUMN dan BUMD, untuk setidaknya mempekerjakan 2% difabel dari seluruh jumlah pekerja yang ada.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri BUMN, Menteri Ketenagakerjaan, Staf Khusus Presiden, perwakilan organisasi difabel, dan perwakilan direksi BUMN. Pada kesempatan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, menjelaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen untuk meningkatkan akses pekerjaan bagi difabel.

Ida mengungkapkan, bahwa menurut data BPS pada Februari 2019, terdapat lebih dari 10 juta angkatan kerja difabel.

Selain itu, Ida memaparkan ada tiga masalah penting dalam akses ketenagakerjaan bagi difabel. pertama, serapan angkatan kerja difabel lebih rendah dari angkatan kerja nondifabel. kedua, upah yang dibayarkan kepada tenaga kerja difabel, lebih rendah dari pada rata-rata upah yang dibayarkan kepada tenaga kerja nondifabel. ketiga, serapan tenaga kerja difabel berat masih sangat rendah.

Demi mengatasi permasalahan ini, Kementerian Ketenagakerjaan juga meluncurkan platform yang bernama Link Abilitas. Link Abilitas adalah bagian dari Sistem Layanan Informasi Ketenagakerjaan yang dimiliki Kementerian Ketenagakerjaan.

Direktur Jenderal Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Aris Wahyudi, menjelaskan ada beberapa fungsi dari Link Abilitas. Pertama, penyediaan informasi ketenagakerjaan bagi difabel di lingkungan BUMN. Kedua, penyediaan informasi pelatihan tenaga kerja. Ketiga, penyediaan akses informasi kewirausahaan. Keempat, penegakan dan pembinaan norma ketenagakerjaan.

Menteri BUMN Erik Tohir menjelaskan bahwa kementeriannya juga berkomitmen penuh untuk mematuhi regulasi. Selama ia menjabat, terdapat 178 difabel yang direkrut sebagai pegawai BUMN. Salah satu perwakilan BUMN, PT PLN, mengungkapkan bahwa perusahaannya terbuka kepada tenaga kerja difabel.

Sri Tuti Handayani, difabel yang bekerja di Telkom Corporate University, mengatakan selama bekerja disana, ia selalu diperlakukan baik. “bahkan teman-teman di perusahaan sangat mensupport saya, dan ada fasilitas untuk difabel, seperti bidang miring untuk pengguna kursi roda”. Ungkapnya dalam tayangan video yang diputarkan dalam kesempatan tersebut.[]

 

Reporter: Tio Tegar

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.