Lompat ke isi utama
Ilustrasi tulisan anak sekolah

Yang Perlu Diperhatikan Saat Belajar Daring dan Tatap Muka

Solider.id- Tahun ajaran baru telah tiba. Namun pembelajaran tatap muka belum dapat dilaksanakan di beberapa daerah dengan tingkat kasus persebaran Covid-19 atau daerah dengan status di zona merah dan kuning.

Informasi dari Gugus Tugas Pusat menginformasikan, 90% percepatan Covid-19  di daerah zona merah. Sehingga pembelajaran tatap muka belum dapat dilaksanakan dengan serentak. Dikhawatirkan jika sekolah dibuka, maka akan terjadi lonjakan angka positif di lingkungan lembaga pendidikan. Pemerintah, khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan membuat skenario dua sistem, yaitu pembelajaran tatap muka dan juga pembelajaran daring sebagai alternatif sementara.

Namun jangan bersedih bagi daerah yang masih berstatus zona merah dan kuning, karena tetap bisa melaksanakan pembelajaran dalam jaringan atau belajar daring. Bagi teman-teman difabel yang masih menjadi pelajar dan juga mahasiswa tetap mematuhi protokol kesehatan jika pembelajaran tatap muka dilaksanakan. Berikut tips ketika pembelajaran tatap muka diberlakukan di daerah kalian.

Cek Suhu Tubuh

Pastikan suhu tubuh teman-teman sesuai dengan standar protocol. Jika suhu tubuh mencapai 37,5 derajat celcius, maka tidak dapat mengikuti pembelajaran, karena sebelum kita masuk kelas, maka kita akan diperiksa suhu tubuhnya oleh tim kesehatan sekolah masing-masing. Nah, untuk tetap menjaga suhu tubuh kita tetap stabil, maka jangan lupa pola makan harrus dijaga agar imunitas tubuh juga semakin kuat.

Sedia Masker

Selama pandemi, masker menjadi kawan setia kemana pun teman-teman pergi, karena ini akan membantu menyaring udara yang dihirup oleh hidung kita. Ketika menggunakan masker, diusahakan bahan masker yang digunakan jangan terlalu tebal, sebab akan mengganggu jalannya nafas kita. Selain itu, suara yang kita keluarkan ketika berbicara akan terdengar tidak jelas oleh lawan bicara kita.

Jika ada, gunakan masker transparan yang akses bagi teman-teman Tuli yang bisa didapat di toko daring. Masker transparan membantu komunikasi kita dengan teman-teman Tuli dengan membaca gerak bibir kita.

Psycal Distancing Always On

Selain menjaga jarak dengan mantan, selama pandemi Covid-19 berlangsung dan ditetapkannya Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB), kita juga perlu menjaga jarak dengan hal-hal yang memungkinkan menularkan virus corona.

Meski begitu, kondisi tersebut tidak menjadi alasan kita untuk tidak bercengkrama dengan teman-teman sekela dan kehidupan sosial. Banyak alternative yang bisa dilakukan dengan teknologi komunikasi yang ada, seperti aplikasi di smartphone.

Namun bagaimana jika difabel netra membutuhkan pertolongan kepada orang lain? Tentu jaga jarak tak bisa dihindari bukan! Nah, pastikan setelah kita bersentuhan dengan orang lain yang sudah membantu kita, pastikan kita tak menyentuh bagian wajah atau lainnya dan segera mencuci tangan dengan air dan sabun.

Sedia Alat Tulis

Bawalah alat tulis dari rumah dan pastikan jangan sampai ada yang tertinggal. Hal ini agar teman-teman tidak perlu meminjam peralatan tulis kepada teman sekelas. Khusus untuk difabel netra diusahakan tongkat putih sebagai kawan setia kita dimana pun berada, tak boleh lagi sampai tertinggal, karena jangan sampai kita meminjam tongkat difabel netra lainnya kecuali mendesak sekali.

Selain itu, pastikan jika tongkat kita dipinjam orang lain, sesampainya di rumah, maka cucilah tongkat tersebut agar tak menjadi sarang virus.

Membawa Bekal Makan

Kita tidak tau penyebaran Covid-19 ini bagaimana, yang pasti bisa menyebar lewat berbagai hal, termasuk makanan. Maka kita lebih baik membawa bekal yang sudah dimasak oleh ibu kita di rumah. Kondisi seperti ini, maka kita akan sulit menemukan warung di sekitar sekolah yang berjualan. Maka, dari pada kita kelaparan saat jam istirahat dan tidak konses saat belajar, lebih baik kita menyantap bekal yang kita bawa dari rumah tadi.

Beberapa tips di atas diperuntuhkan bagi teman-teman yang belajar tatap muka di sekolah atau kampus. Bagi teman-teman yang masih di daerah zona merah atau kuning yang mengharuskan belajar melalui model daring, berikut beberpa tips yang bisa disiapkan.

Siapkan Smartphone atau Laptop

Tentu smart phone atau laptop akan menjadi barang kebutuhan yang kita gunakan dalam pembelajaran daring. Karena kita akan terhubung dengan guru dan juga teman-teman satu kelas dalam belajar ini berada dalam ruang kelas yang tidak seperti ruang kelas. Smart phone yang biasanya kita gunakan untuk bermain game juga sosial media, maka kita kurangi dan manfaatkan untuk belajar.

Nah, bagi teman-teman khususnya difabelnetra, pastikan tidak terlalu banyak menginstal aplikasi yang tak ada hubunganya dengan belajar. Sebab, akan menghambat jalannya kerja smart phone kita ketika sedang digunakan belajar daring.

 

Cari E-Book

Tentu jika sulit mencari buku cetak sebagai referensi materi, maka e-book atau buku digital bisa menjadi alternatif. Pastikan e-book tersebut bisa kita manfaatkan sebagai sumber penunjang kita belajar. Bagi teman difabel netra yang kesulitan mengakses e-book, maka pastikan sudah menginstal aplikasi pembaca e-book yang akan kita gunakan di smart phone atau laptop kita.

Connection Internet

Mempelancar jalannya belajar via daring, maka kita wajib memilih koneksi internet dan temapt yang memiliki sinyal bagus. Selain itu, pastikan kita tidak membuka aplikasi berbasis daring yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan belajar kita, sebab akan mengganggu kualitas gambar juga audio.

Sekian hal-hal yang perlu kita perhatikan saat belajar di era kehidupan bersosial yang baru ini. Semoga membantu teman-teman difabel yang haus dan rindu akan sekolah.[]

 

Penulis: Indra Rukmana Putra, difabel netra asal Cirebon yang sedang menempuh pendidikan di salah satu Unicersitas di Bandung

Editor: Robandi

The subscriber's email address.