Lompat ke isi utama
Ilustrtasi pembukaan youtuber di Youtube

Tips Jadi Youtuber bagi Difabel Netra

Solider.id- Dewasa ini, peran Youtube sebagai wadah alternatif untuk berkreasi bagi masyarakat semakin digandrungi. Jika sebelumnya masyarakat lebih lengket dengan medium televisi, kini masyarakat bisa menjadi konten kreator dan memiliki channel sendiri layaknya televisi.

Bahkan tidak luput juga, stasiun tv atau acara yang sukses di TV, ikut terjun ke Youtube. Contohnya saja, seperti program hiburan Indonesian Idol, Hitam Putih dan lain-lain. Segala tayangan yang sebelumnya tayang di TV ditayangkan juga di channel YouTube mereka.

Lalu, bagaimana dengan kita yang difabel netra di tengah kreatifitas antusiasime masyarakat terhadap youtube? Apa berhak juga memiliki channel YouTube sebagai Konten kreator?

Jawabannya, tentu saja bisa.

YouTube tidak melarang siapapun yang mau memberikan kontribusinya membangun chanel youtube dan memproduksi konten. Sudah banyak teman-teman difabel yang terjun di YouTube dan banyak pengikutnya. Seperti channel Rino Jefriansyah dan D. Yulian yang mempunyai cukup banyak subscriber. Keduanya sama-sama menyajikan konten seputar teknologi yang aksesibel dan bermanfaat untuk kalangan netra.

Lantas, bagaimana menjadi YouTuber bagi difabel netra? Berikut hal-hal yang bisa membantu teman-teman menjadi YouTuber.

Membuat Channel YouTube

Hal yang pertama tentu teman-teman difabel netra harus memiliki channel YouTube terlebih dahulu. Cara membuatnya tidak sulit, cukup dengan alamat gmail kalian lalu login di aplikasi YouTube atau melalui situs yang bisa diklik di sini.

Tapi satu hal yang teman-teman patut ketahui, nama channel YouTube mengikuti nama depan dan belakang di gmail. Oleh karena itu, jika teman-teman mengganti nama channel-nya, maka nama depan dan belakang gmail juga ikut berubah. Termasuk nama penulis di blogger dan Google Plus. Dalam kata lain, pastikan terlebih dulu akun gmail yang digunakan. Disarankan, buatlah akun gmail khusus untuk channel YouTube saja.

Fokus Membahas Satu Kategori

Setelah teman-teman sudah memiliki channel YouTube, langkah berikutnya pikirkan terlebih dahulu channel YouTube kita ini berisikan konten seputar apa. Disarankan satu channel hanya berisikan satu kategori saja. Kenapa?

Tujuannya, agar pihak YouTube mudah meninjau apabila teman-teman ingin dimonetisasi. Selain itu juga, membantu dalam pencarian di YouTube. Oleh sebabnya, aturlah channel YouTube melalui situs YouTube-nya di bagian setelan lanjutan. Banyak kategori yang tersedia sesuai tujuan channel teman-teman. Di antaranya, kategori blog dan orang, sains dan teknologi, hiburan, pendidikan, musik dan lain-lain.

Mulailah Membuat Konten

Setelah sudah memiliki channel dan menentukan kategorinya, sekarang teman-teman bisa membuat konten. Buatlah konten yang berbeda dan jangan mengikuti gaya yang sama dengan YouTuber lain.

Jadilah diri sendiri dengan kemasan konten yang semenarik mungkin. Mintalah bantuan orang yang melihat untuk membantu mengambil gambar. Teman-teman bisa menggunakan kamera digital atau kamera HP sebagai alat pengambil gambar. Bagi teman-teman yang terjun di dunia tutorial, bisa menggunakan aplikasi perekam layar. Jika tidak mau ada gambarnya, bisa merekam dengan format mp3 atau format audio lainnya lalu diberikan foto supaya menjadi format mp4 dan bisa diunggah ke YouTube.

Konsisten Unggah Konten

Setelah berhasil membuat konten, langkah selanjutnya adalah unggah video teman-teman ke YouTube. Teman-teman bisa menggunakan aplikasi YouTube di smart phone atau melalui situs yang bisa diklik di  sini.

Dalam mengunggah video ke YouTube, pastikan koneksi teman-teman mendukung dan juga memiliki kuota yang cukup. Berapa lama unggahnya itu tergantung kecepatan internet dan besarnya ukuran file video.

Di titik ini, konsistensi mengunggah konten menjadi wajib untuk memberikan informasi lebih banyak kepada para subscriber.

Bagikan Tautan ke Media Sosial

Setelah video berhasil diunggah, bagikanlah tautan video tersebut ke media sosial. Tujuannya supaya teman-teman mendapat subscriber dan jumlah tonton lebih banyak. Jangan sia-siakan media sosial untuk membagikan tautan channel maupun video. Dampaknya, bagi YouTuber pemula, channel dan videonya menjadi sulit dicari di pencarian YouTube mesti sudah benar dalam kata kunci pencariannya.

Maka dari itu, jangan malas untuk selalu membagikan tautan YouTube ke media sosial. Cobalah untuk tidak hanya membagikan tautan dikalangan tunanetra, tapi bagikan ke teman-teman yang awas.

Sabar

Setelah semuanya sudah dilakukan denngan baik tapi hasilnya masih jauh dari target, tetap berusaha sabar menunggu hasilnya. YouTuber yang besar sekalipun awalnya memerlukan waktu yang tidak instan. Kecuali teman-teman seorang publik figur yang namanya sudah terkenal dimana-mana.

Sebagai YouTuber yang baik, ikutilah peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan oleh YouTube. Buatlah konten yang original dan bukan plagiat, tidak mengunggah video yang sama dari channel lain, tidak membuat konten negatif seperti konten dewasa, sara, atau menghina pihak tertentu, dan lain-lain.

Apabila ingin dimonetisasi, ikutilah juga ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan YouTube. Tidak menggunakan konten yang ber-hak cipta seperti cover lagu dari artis terkenal, menggunakan musik dari artis terkenal sebagai latar belakang musik, foto atau video dari channel lain yang sudah berhak cipta, dan lain-lain.

Jika tetap nekat mengunggah konten yang berhak cipta, tentu saja peluang untuk dimonetisasi menjadi sia-sia. Kecuali teman-teman sudah mempunyai izin dari pemilik konten atau memang tidak ada niatan untuk dimonetisasi dan sekadar berpartisipasi di YouTube.

Semoga dengan tulisan yang sederhana ini, bisa membantu teman-teman untuk menjadi YouTuber yang baik dan sukses. Salam literasi![]

 

Penulis: Rino Jefriansyah, seorang YouTuber, penulis dan musisi.

Editor: Robandi

The subscriber's email address.