Lompat ke isi utama
workshop kreativitas mahasiswa lewat online

Difabel Belajar Berbisnis dan Berinovasi

Solider.id, Denpasar - Pusat prestasi nasional kementrian pendidikan dan kebudayaan (KEMENDIKBUD) menyelenggarakan sebuah workshop dengan mengambil sebuah tema “Kompetisi Inovasi bisnis Mahasiswa Disabilitas”. Workshop ini diselenggarakan melalui pladform zoom dan live streaming youtube, kegiatan workshop ini berlasung pada (2/7) yang di buka langsung oleh PLT kepala pusat prestasi nasional  Asep Sukmayadi, S.IP., M.Si. Dipilihnya media zoom dan youtube untuk acara workshop ini dikarenakan situasi yang masih dalam keadaan pandemi dan belum memungkinkan untuk tatap muka secara langsung. Selain itu dengan menggunakan pladform secara online juga bisa memudahkan para peserta untuk mengikuti workshop karena mereka bisa megikuti jalannya workshop dari tempat mereka masing-masing.

Acara workshop ini mengundang 6 narasumber yang diantaranya adalah Jaka Anom Ahmad Yusuf seorang advokat difabel yang juga merupakan youtuber difabel netra dan budi Mulyo seorang pengusaha kerajinan kayu yang juga seorang difabel fisik.

Sesi pertama pada workshop ini di isi oleh Jaka Anom Ahmad Yusuf atau yang lebih akrab dipanggil dengan nama Jaka Ahmad dengan materi Sucses Story. Pada sesi ini Jaka Ahmad menceritakan bagaimana dirinya yang awalnya bukan seorang difabel dan tidak mengetahui sama sekali tentang isu difabel justru kini menjadi seorang advokat atau lebih dikenal oleh anak zaman sekarang lazim dengan sebutan aktifis.

Jaka menerangkan sekalipun dirinya disebut aktifis namun dia tidak melakukan orasi atau berdiskusi dengan para pejabat secara langsung untuk menyampaikan aspirasinya, Jaka Ahmad begitu sapaannya memilih cara yang berbeda untuk menjadi seorang aktivis difabel. Salah satu cara yang dipilih oleh Jaka Ahmad adalah memanfaatkan channel youtube pribadinya untuk memberikan sebuah edukasi maupun advokasi pada halayak luas, “Saya memilih youtube karena pladform youtube di era digital ini merupakan tempat yang paling dekat dengan masyarakat,  cara-cara yang saya gunakan untuk memberikan edukasi maupun advokasi juga saya buat secara simpel misalkan review kuliner dengan langsung datang ketempatnya tapi hal yang sebenarnya ingin saya sampaikan bukan mereview kulinernya tetapi saya lebih mereview tingkat aksessibilitas tempat yang saya kunjungi dan bagaimana respon orang-orang kepada difabel. Selain itu saya juga sering membuat konten komedi sebagai penyampaian advokasi serta bagaimana disabilitas juga membutuhkan traveling dan berbelanja layaknya orang pada umumnya agar masyarakat juga bisa tahu kalau disabilitas juga sama dengan manusia lainnya” ujar alumnus magister Spindles Univercity ini.

Menurut Jaka Ahmad untuk membangun atau memulai bisnis hal pertama yang juga harus diutamakan ialah sebuah pembeda diantara bisinis-bisnis lain yang telah ada ataupun belum ada sebagai ciri khas dari bisnis yang ingin kita kembangkan karena dengan hal yang berbeda akan membuat produk atau jasa yang kita tawarkan menjadi seuatu yang unik. Hal tersebut juga senada dengan apa yang diutarakan oleh Budi Mulyo yang memiliki usaha kerajinan kayu, ia mengatakan bahwa telah hampir kurang lebih 5 tahun menekuni bisnis kerajinan kayu ini dengan memanfaatkan limbah-limbah kayu yang ada disekitarnya. “Kerajinan yang paling sering saya buat adalah miniatur sebuah kendaraan seperti mobil, motor, truk dan lain-lain yang saya beri tambahan ukiran Jepara karena saya sendiri orang Jepara yang sangat gemar membuat ukiran. Sudah sejak kecil saya tertarik dengan dunia perukiran dan kini apa yang menjadi hobi saya dapat saya manfaatkan untuk mencukupi kehidupan keluarga saya, dan saya sangat bersyukur karena bisnis saya ini sudah mulai banyak dikenal orang” terang Budi Mulyo yang tersambung melalui zoom.

Menurut Budi Mulyo untuk satu pesanan miniatur membutuhkan waktu paling cepat 2 minggu bahkan bisa lebih tergantung pada tingkat kesulitan miniatur yang dipesan, harga satu miniaturpun bermacam-macam disesuaikan dengan model ukiran dan tingkat kesulitannya juga. Dari bisnis kerajinan kayu ini Budi Mulyo mengaku bisa mendapat omset hingga puluhan juta rupiah, lebih lanjut ia juga mengatakan “untuk teman-teman disabilitas yang ingin memulai bisnis hal terpenting lagi yang harus dimiliki ialah rasa kemauan dan niat yang kuat serta sesuaikan saja dengan pashion yang dimiliki, karena tanpa semua itu akan sangat sulit sebab dalam berbisnis tentu ada pasang-surutnya” ujar Budi Mulyo kembali menutup sesi workshop.

Selain pemberian materi tentang bagaimana membangun bisnis yang baik Pusat Prestasi Nasioanal KEMENDIKBUD juga memberikan umpan balik bagi seluruh peserta webinar untuk menulis proposal bisnis yang ingin dikembangkan dan dikumpulkan pada pertemuan workshop selanjutnya untuk diajukan ke KEMENDIKBUD, bisnis yang paling unik nantinya akan terpilih untuk mendapat stimulus pendanaan dari pusat prestasi nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 

Penulis :  Harisandy

Editor    : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.