Lompat ke isi utama
Non Sista sedang mengiris wortel

Tips dan Trik Memasak untuk Difabel Netra

Oleh Non Sista

Solider.id- Perempuan merupakan mahluk tuhan yang tercipta dengan sejuta keistimwaan, salah satunya memasak. Beberapa anak atau suami, misal, mereka sering berkelakar masakan seorang ibu atau istri, tiada tara, dirindu dan dinantikan.

Memasak, bukan hanya sekadar rutinitas domestik seorang perempuan, lebih dari itu, ia menjadi hobi dan profesi. Mulai dari Chef Juna sampai farah Quinn, di rumah sederhana sampai geduh restoran ternama. Memasak sebagai aktivitas sederhana angat digemari bayak orang, tak terkecuali masyarakat difabel.

Meskipun belum banyak yang tahu dan meremehkan kemampuan difabel dalam mengolah berbagai bahan makanan menjadi sajian yang mengeyangkan.

Kali ini, saya sebagai seorang difabel netra ingin berbagi tips sesuai pengalaman saya, bagaimana memasak yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Sebelum itu, ada dua poin untuk mahir memasak.

Pertama, yang perlu diamini dalam diri adalah sebagai difabel dengan kemampuan yang berbeda bukan berarti kita tidak bisa memasak. Kedua, lakukanla terlebih dulu orientasi dan mobilitas untuk mengenali situasi dan kondisi di temapt kita memasak.

Mengupas

Dalam proses memasak, kita akan dihadapkan pada pisau dan bahan-bahan masakan yang perlu di kupas. Jadi bukan kenangan bersama mantan saja yang perlu dikupas. Hehe.

Biasanya saat baru mulai belajar, kita didampingi salah satu keluarga kita atau orang yang menawarkan bantuan kepada kita. Pendamping akan mengenalkan dan menunjukkan terlebih dulu di sebelah mana arah mata pisau kepada kita. Kemudian menjelaskan bahan masakan apa yang akan dikupas.

Setelah itu, kita bisa meraba-raba teksttur bahan masakan, misal seperti bawang-bawangan dan lain sebagainya. Jika pisau dirasa membahayakan, kita bisa menggunakan tangan agar secara langsung. Hal ini bisa dilakukan karena kita sudah mengetahui tekstur bahan masakan.

Saya contohkan mengupas wortel dengan pisau. Pertama bisa dikupas mengikuti pola sesuai dengan bentuk wortel. Kedua bisa mengikisnya dengan mengarahkan pisaunya ke belakang sesuai dengan pola wortelnya. Pelan tapi pasti. Kita akan merasakan perbedaan antara wortel yang sudah dikupas dan belum dikupas. Wortel yang sudah dikupas permukaannya lebih halus dibandingkan wortel yang belum dikupas.

Mengulek

Dari sekian banyaknya proses memasak, salah satu yang juga dasar adalah mengulek. Ada dua alat yang digunakan untuk mengulek yaoitu, cobek dan dan ulekan.

Alangkah baiknya jangan langsung terlalu banyak bahan-bahan yang akan diulek. Apabila bahan-bahan yang diulek banyak, kita bisa memulainya dengan bahan yang keras atau bisa juga dari bahan yang lunak terlebih dahulu. Yang penting tatanan hal tersebut tidak mengganggu atau pun akan mempengaruhi bumbu racikan yang diulek.

Cara mengetahui apakah bumbu yang kita ulek sudah lembut apa belum, kita bisa menggunakan alat seperti sendok atau serok. Kemudian kita sentuh untuk mengetahui merasakan tekstur bumbu yang sedang diulek.

Kain lap untuk masak

Berikutnya yang jangan dulupakan bagi difabel netra yang ingin memasak adalah serbet, kenapa karena serbet akan sangat membantu apa bila kita akan menyentuh alat-alat memasak, seperti kompor yang sedang menyala, wajan, panic dan lainnya.

Fungsi dari serbet ini agar kita difabel netra bisa lebih muda mengetahui ciri atau patokannya dengan kain lap yang disentuhkan pada telinga wajan atau panci. Fungsi yang lain, kita bisa menstabilkan atau mengontrol panci atau wajan saat kita mengaduk agar tidak berubah posisi. Seperti saat kita membalik atau mengaduk masakan terkadang wajan atau panci suka berubah posisinya karena gerekan yang kita timbulkan.

Selalu memegang serbet di tangan kiri kita untuk mmenggoreng atau dalam megang panci supaya lebih nyaman dalam memasak. Perlu diperhatikan lagi, kain yang digunakan jangan sampai terlalu kepanjangan. Secukupnya saja atau kalau pun kain yang digunakan agak besar kita usahakan melipatnya terlebih dahulu supaya tidak menjuntai dan terkena api tanpa kita sadari.

Menggoreng

Saat menggoreng, disarankan agar apinya tidak terlalu besar, karena dihawatirkan gerakan kita yang lambat dengan api yang besar membuat semuanya jadi berantakan. Makan malam, gagal disajikan.

Merebus

Saat kita merebus yang perlu diperhatikan adalah bahan-bahan yang akan kita rebus. Seperti saat kita memasak sayur sup, di situ ada beberapa sayuran yang berbeda tekstur, ada sayuran yang keras dan ada sayuran yang lunak.

Contohnya seperti wortel, kentang yang termasuk sayuran keras dan daun bawang, kol yang termasuk sayuran yang lunak.

Apabila kita merebus bahan-bahan tersebut menjadi satu. Dianjurkan agar kita merebus bahan-bahan yang keras dulu. Jika bahan-bahan tersebut sudah cupup lunak, kita dapat memasukan bahan-bahan berikutnya seperti daun bawang dan kol. Intinya saat kita merebus bahan lebih dari satu jenis dan sifatnya.

Untuk mengetahui apakah bahan-bahan yang kita rebus sudah lunak apa belum, kita bisa mengeceknya dengan menggunakan garpu atau ujung pisau yang di tusukan ke sayuran yang sedang direbus. Jangan yang belum direbus ya. Hehe

Sekian beberapa tips saya kali ini, bagi yang saat ini sedang belajar memasak tetap semangat dan jangan putus asa dan semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Saya ucapkan selamat mencoba bagi rekan-rekan difabel netra yang baru mulai belajar memasak. Salam mak nyus!.[]

 

Editor: Robandi

*Penulis merupakan difabel netra asal Cirebon yang hobi memasak

The subscriber's email address.