Lompat ke isi utama
poster jejak pendapat KND

Yuk Ikutan Jajak Pendapat tentang KND

Solider.id,Yogyakarta - Jaringan Organisasi Difabel Muda Indonesia yang terdiri dari Perdik Makassar, Garamin NTT, Solider, Braille’iant Indonesia, menggelar jajak pendapat. Ini merupakan kali kedua jaringan oran muda bergerak, setelah sebelumnya melakukan pembuatan video kompilasi untuk merespon lahirnya Perpres Nomor 68 Tahun 2020 tentang Komisi Nasional Disabilitas (KND).

Singkatnya, pada 8 Juni lalu, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2020 dan telah diundangkan keesokan harinya. Mengacu dari Undang-undang sebelumnya, Perpres ini menginstruksikan untuk segera membentuk KND (Komisi Nasional Disabilitas) dalam rangka untuk memastikan perlindungan, pemenuhan, dan penghormatan bagi seluruh masyarakat difabel di Indonesia.

Berti S.D Malingara, pendiri Garamin NTT, mengungkapkan bahwa tujuan utama dari jajak pendapat ini adalah untuk menggali gagasan terkait dukungan atas Perpres KND. Tak hanya itu, jajak pendapat ini juga bertujuan mengumpulkan saran-saran sebagai alasan konkret dalam rangka merevisi Perpres. Hal itu dilakukan sebagai langkah memberikan masukan yang valid kepada pemerintah serta anggota KND yang akan terpilih nantinya.

Ia menyebut, jajak pendapat ini juga dapat melihat seberapa jauh sebenarnya pemahaman responden terkait Perpres KND dan KDD (Komisi Disabilitas Daerah). Dalam isian juga terdapat beberapa pertanyaan terkait KDD, sehingga akan memetakan seberapa besar keberhasilan maupun tantangan yang dialami oleh KDD.

Apa yang disampaikan Berti diperkuat oleh Nur Syarif Ramadhan, Koordinator Pustakabilitas PerDIK, mengungkapkan bahwa ini merupakan momen bagi aktivis difabel muda untuk turut menyuarakan isu difabel. “Walaupun KND nantinya beranggotakan orang-orang dengan usia 35 tahun ke atas, namun kita sebagai aktivis difabel muda juga harus ambil bagian,” tuturnya, melalui fitur voice note Whatsapp, Rabu (1/7).

Lebih lanjut, Ia memaparkan bahwa hasil dari jajak pendapat ini nantinya akan dianalisis untuk keperluan penelitian. “Mudah-mudahan hasil dari penelitian ini dapat dijadikan bahan untuk melakukan diskusi bersama dan menjadi saran untuk kemensos atau stakeholders terkait,” ungkapnya lagi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Tio Tegar Wicaksono, Ketua Braille’iant Indonesia, yang menilai lahirnya Perpres KND akan memberikan harapan baru bagi masyarakat difabel Indonesia untuk lebih memperkuat usaha pemenuhan hak difabel. Harapannya agar kedepan tidak ada lagi perundungan, stigma negatif, dan diskriminasi terhadap difabel.

“Yang jelas jajak pendapat ini dilakukan untuk mengetahui respon kelompok difabel terkait KND. Apakah mereka sudah sepakat dengan desain KND yang tertera dalam Perpres atau justru sebaliknya. Kedepannya supaya survei ini dapat memotret secara detail aspirsi kawan-kawan difabel,” pungkasnya.

Oleh karena itu, kami mengajak seluruh kawan difabel maupun pemerhati dan pegiat isu difabel untuk turut serta dalam memberikan pandangan mengenai Perpres KND. Mari suarakan suara Anda melalui Jajak Pendapat KND. Kami tunggu sampai 3 Juli 2020, pukul 23.59 WITA.

Berikut Link Jajak Pendapat https://bit.ly/3dBeRuA

Narahubung:

Berti (+61 421 924 193)

Syarif (+62 852 5623 3366)

Tegar (+62 857 4364 7923)

 

Reporter; Bima Indra

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.