Lompat ke isi utama
poster webkusi perlindungan sosial bagi difabel

Perlindungan Sosial di Indonesia Masih Rendah untuk Difabel

Solider.id, Pati – Perlindungan Sosial di Indonesia tergolong masih rendah, khususnya pada difabel. Hal ini dikemukakan oleh beberapa narasumber pada webkusi di hari Jumat (26/6). Diskusi online yang bertajuk perlindungan sosial bagi penyandang disabilitas di Indonesia ini diikuti oleh beberapa narasumber yakni Alexander Cote dari Center For inclusive Policy, Yeni Rosa Damayanti dari Perhimpunan Jiwa sehat, Edi Supriyanto dari Sehati Sukoharjo, Fajri Nursyamsi dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan, dan Ishak Salim dari Perdik Makassar.

Yeni Rosa Damayanti mengatakan Indonesia sebagai Negara yang memiliki pendapatan menengah, berada di posisi paling rendah dalam perlindungan sosial dibandingkan negara-negara yang memiliki pendapatan menengah lainnya, khususnya untuk difabel.

 “Saya ingin menegaskan social protection bukanlah social charity, salah satu indikator negara yang dianggap sukses yaitu seberapa besar alokasi dana untuk social protection, negara di Eropa mengalokasikan dana 27 persen untuk perlindungan sosial, sedangkan Indonesia hanya 0,2 - 1,7 persen dana untuk perlindungan sosial dan Indonesia bukan lagi sebagai negara yang memiliki pendapatan rendah, ini artinya Indonesia berada di posisi paling rendah disbanding dengan negara lainnya yang berpendapatan menengah dalam mengalokasikan dana untuk perlindungan sosial.” Ucap Yeni

Ia melihat perlindungan sosial ini dari aspek hak hidup mandiri di masyarakat, menurutnya difabel untuk hidup mandiri perlu perlindungan sosial dari Pemerintah karena ini merupakan prasyarat yang penting untuk mengakomodir hal tersebut.

Alexander Cote menjelaskan perlindungan sosial sangat dibutuhkan untuk mendukung difabel maupun keluarga dengan difabilitas.

“Saya akan menunjukkan masalah terbesar dalam pendapatan, jadi banyak orang disabilitas yang kekurangan dukungan, mereka merepresentasikan total ekonomi yang didelegasikan untuk perlindungan sosial. Kebanyakan negara yang memiliki pendapatan kecil atau menengah, mereka tidak bisa memenuhi perlindungan yang cukup untuk difabel. Salah satu faktor yang hilang di Indonesia adalah dukungan pendapatan untuk difabel dan keluarga dengan difabilitas.” Tutur Alexander.

 

Reporter: Oby Achmad

Editor      : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.