Lompat ke isi utama
ilustrasi PPDB Difabel

Rendah Animo Siswa Difabel pada PPDB 2020 Jalur Afirmasi

Sekolah Harus Jadi Platform Pendidikan' | Republika OnlineSolider.id,Yogyakarta -Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Jalur Afirmasi atau bagi siswa difabel pada jenjang Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP), usai dilaksanakan. PPDB jalur afirmasi ini dilaksanakan satu minggu sebelum jadwal PPDB online. Dilaksanakan secara ofline di UPT Unit Layanan Disabilitas (ULD), Jalan Kolonel Sugiyono no. 9 Kota Yogyakarta, pada 22 da 23 Juni 2020.

Adapun hasil PPDB jalur afirmasi tersebut, resmi diumumkan pada Jumat (26/6). Pengumuman hasil PPDB menunjukkan rendahnya animo siswa difabel pada PPDB 2020, jalur afirmasi.

Kuota 222 siswa difabel jenjang SD hanya terisi 7,66 persen. Jumlah tersebut tersebar pada 12 dari 37 SD negeri yang memberikan kuota. Sebaran berada di SD Buluwarti, SD Glagah, SD Warungboto, SD Giwangan, SD Baciro, SD Jetis I, SD Tamansari I, SD Suryodiningratan 2, SD Pujokusuman, SD Karanganyar, SD Surokarsan dan SD Keputran 2 Yogyakarta.

Tidak jauh berbeda, kuota 5 persen atau 169 kursi pada jenjang SMP hanya terisi 29 peserta atau 17,16 persen. Penyebaran siswa difabel pada jenjang SMP terdapat pada 11 SMP di Kota Yogyakarta. Lima dari 16 SMP yang tidak memiliki siswa difabel, di antaranya SMP 6, SMP 8, SMP 12, SMP 13 dan SMP 16.

Malu mengaku

Kepada Solider, Jumat (26/6) Kepala UPT ULD Kota Yogyakarta Aris Widodo memiliki catatan atas tidak terpenuhinya kuota bagi siswa difabel pada jenjang SD dan SMP. “Kondisi ini menunjukkan rendahnya animo siswa difabel di sekolah inklusi. Rendahnya animo ini disebabkan minim dukungan orang tua mengoptimalkan PPDB jalur afirmasi,” ujarnya.

Lanjutnya, sampai dengan saat ini masih banyak orang tua yang malu mengakui anaknya berkebutuhan khusus dalam belajar. Mereka lebih memilih mendaftar secara online, menggunakan jalur zonasi.

Padahal, kata dia, “Kondisi ini selain merampas hak anak mereka sendiri, juga mengambil kuota siswa lain di luar jalur afirmasi. Sangat disayangkan” ungkapnya.

Namun demikian, harapan positif tetap keluar dari Kepala UPT ULD itu. Semua siswa difabel dapat terfasilitasi dengan baik, di mana pun mereka bersekolah.

 

Reporter: harta nining wijaya

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.