Lompat ke isi utama
poster pembuatan video semua tentnag KND

Saatnya Aktivis Difabel Muda Untuk Bersuara

Solider.id,Yogyakarta - PerDIK Makassar berkerjasama dengan Garamin NTT, Solider, dan Braille’iant Indonesia, terafiliasi dalam Jaringan Organisasi Difabel Muda Indonesia. Jaringan tersebut memanggil teman-teman dari berbagai macam kalangan untuk terlibat dalam pembuatan video kompilasi Semua Tentang Komisi Nasional Disabilitas (KND).

Hal ini dilakukan untuk merespon Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2020 tentang Komisi Nasional Disabilitas (KND) yang baru saja disahkan, Selasa (9/6). Singkatnya, peraturan ini mengamanahkan tentang pembentukan KND dalam rangka memastikan perlindungan, pemenuhan, penghormatan bagi seluruh masyarakat difabel di Indonesia.

Video ini dimaksudkan untuk menjaring harapan, kritik, masukan serta pandapat mengenai disahkannya peraturan ini. Dalam video singkat berdurasi minimal 30 detik ini, teman-teman dapat mengungkapkan segala testimoni tentang KND ini.

Nur Syarif Ramadhan, Koordinator Pustakabilitas PerDIK, mengungkapkan bahwa selama ini hanya aktivis difabel senior yang seringkali terlibat untuk mendiskusikan tentang KND atau isu difabel lainnya.

“Sudah saatnya anak muda juga ikut berkontribusi. Melalui jaringan ini kita berharap kedepannya makin banyak partisipasi dari anak muda dalam merespon isu difabel, salah satunya pembentukan KND ini. Maka dari itu, kita berharap banyak anak muda yang terlibat dalam pembuatan video aspirasi berdurasi 30 detik tentang KND ini. Utamanya, hal ini akan membuat mereka lebih kritis dan aware dengan isu-isu difabel,” pinta aktivis difabel muda itu.

Hal senada juga disampaikan, Berti S.D Malingara. Ia mengamati kehadiran peraturan ini justru melahirkan banyak pro kontra dari aktivis difabel senior. Sementara, sebagai anak muda, ia menyebut peraturan ini merupakan bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat difabel. Ia menilai bahwa KND dapat menjadi salah satu media bagi pejuang advokasi dalam rangka mengarusutamakan isu difabel yang tadinya monosektor menjadi multisektor.

“Sebagai anak muda, kami percaya bahwa KND akan bergerak secara dinamis dengan dukungan dari jaringan organisasi difabel di seluruh Indonesia. Walaupun tidak bisa dipungkiri peraturan ini juga dinilai kurang partisipatif dalam penyusunannya. Hal itu semisal beberapa butir pasalnya, menurut kami, masih belum ideal. Kendati demikian, kami tetap mengapresiasi bentuk kolaborasi pemerintah dengan organisasi difabel yang telah dibangun sejak lama,” tuturnya.

Lebih lanjut, Berti menyebutkan bahwa jaringan ini beranggotakan anak muda dari lintas pulau dan provinsi yang ingin memberikan sebuah hadiah kecil kepada Indonesia. Hadiah tersebut berupa simbol harapan untuk bersatu dan bergerak bersama untuk Indonesia inklusi.

“Kami ingin menjadi bagian dari sejarah pergerakan difabel dan melanjutkan tongkat estafet perjuangan kami ke generasi muda berikutnya. Kelak kami akan ceritakan bahwa perjuangan ini adalah perjuangan gerakan aktivis-aktivis difabel yang berbuah manis. Tugas kami sebagai orang muda adalah belajar dari praktik baik dan nilai-nilai perjuangan yang harus terus tetap kami pelihara dan tukarkan ke rekan-rekan pemuda lainnya,” pinta Founder Garamin NTT itu.

Adapun teknis pembuatan video sebagai berikut:

  • Siapkan diri anda dan penjelasan yang akan disampaikan.
  • Atur kamera hape Anda dan pastikan memiliki memori yang cukup untuk perekaman selama 30 detik
  • Siapkan tempat dan perhatikan backgroud. Pilihlah background yang tepat dan tidak backlight atau bias cahaya.
  • Jika Anda menggunakan tripod, pastikan posisi Anda ketika menjelaskan saat perekaman sudah benar (Tidak jauh dan tidak dekat, bisa pula closed-up)
  • Pastikan posisi kamera HP Anda dalam posisi lansekap/miring.
  • Jika Anda tidak bisa melakukannya secara mandiri, atau kurang yakin bisa melakukannya dengan baik, maka mintalah seorang asisten membantu Anda selama proses perekaman.
  • Video dengan durasi minimal 30 detik. Video dikirimkan ke link Google Drive.
  • Kirimkan ke Google Drive, melalui e-mail [email protected]. Paling lambat, Rabu 24/6 2020.

Narahubung:

Berti (+61 421 924 193)

Syarif (+62 852 5623 3366)

Tegar (+62 857 4364 7923)

Salam Inklusi!

 

Reporter: Bima Indra

Editor    : Ajiwan Arief

 

The subscriber's email address.