Lompat ke isi utama
diskusi bersama Garamin NTT lewat Zoom

Difabel dan Media Berperan Eliminir Dampak Covid - 19

Solider.id, Surakarta  - Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas untuk Inklusi (Garamin) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar diskusi online menyoal relasi difabilitas dan media dalam mengeliminir dampak COVID-19 di NTT pada Selasa (16/6) menghadirkan jurnalis, akademisi dan aktivis serta orangtua anak difabel.

Imanuel Nuban, jurnalis yang juga aktivis mengemukakan bahwa ia bersama teman-temannya di NTT memperjuangkan bagaimana konsep difabilitas sampai kepada masyarakat dan mengorganisir mereka. Imanuel mengemukakan bahwa pergerakan yang dilakukan sangat memerlukan media, dan tidak bisa berjalan sendiri.

Di kesempatan yang sama, Ishak Salim dari Perdik Sulsel menyampaikan bahwa ada dua hal yang saling berpengaruh dalam memproduksi pengetahuan tentang difabel yakni dari pergerakan dan akademisi dengan perkembangan penelitiannya. Dan penting untuk menekankan bahwa yang dikonsumsi oleh para jurnalis dipengaruhi oleh perspektif mereka dalam menghadapi difabilitas.

Rini Kartini, seorang dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial di Universitas Nusa Nipa Maumere NTT menyampaikan bahwa ruang untuk disabilitas masih sempit, dan belum menjadi isu seksi di NTT sehingga media atau pemberitaaan terkait isu difabilitas mesti dibuka. Membuka isu difabilitas artinya juga membuka paradigma dan perspektif masyarakat. Seperti juga yang dikemukakan oleh peserta diskusi orangtua dari anak difabel, bahwa di NTT banyak orangtua yang malu memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan media yang belum memiliki perspektif difabilitas masih memberitakannya dengan basis stigma dan charity.

Beberapa upaya telah dilakukan oleh Garamin NTT dalam gerakannya mengubah perspektif masyarakat terkait difabilitas di antaranya adalah dengan bergerak kepada tokoh agama. Seperti yang dikemukakan oleh moderator diskusi yang juga founder Garamin NTT sekaligus koordinator forum tanggap COVID-19 NTT, Berti Malinggara, bahwa aktivis difabel perwakilan Garamin NTT telah bertemu dan berbicara dengan 150 pendeta dari pihak gereja yang bertujuan untuk mengubah perspektif mereka. Pegiat Garamin juga melakukan sosialisasi dan kampanye aksesibilitas dengan mendalatangi mall dan tempat hiburan karaoke dengan tujuan mengubah paradigma masyarakat bahwa difabel juga memiliki hak untuk mengakses fasilitas publik dan rekreasi.  

 

Reporter: Puji Astuti

Editor   : Ajiwan Arief

 

  

The subscriber's email address.