Lompat ke isi utama
Difabel sedang mengikuti pelatihan membuat pembalut ramah lingkungan

Difabel di NTB Mengikuti Pelatihan Membuat Pembalut Ramah Lingkungan

Solider.id- Yayasan Plan Internasional Indonesia melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan pembalut ramah lingkungan untuk masyarakat difabel di Kec. Ampenan, Kota Mataram, Provinsi NTB, pada Minggu, 14 Juni 2020. Ada 7 peserta yang terdiri dari 2 laki-laki dan 5 perempuan dengan disabilitas fisik.

Plan International merupakan organisasi pengembangan masyarakat dan kemanusiaan internasional yang berfokus pada pemenuhan hak anak dan kesetaraan anak perempuan. Kami memperjuangkan sebuah dunia yang adil untuk pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan, bekerja bersama anak, kaum muda, masyarakat dan mitra.

Plan International bekerja bersama anak-anak, kaum muda dan masyarakat untuk mengatasi akar masalah diskriminasi terhadap perempuan, ekslusi dan kerentanan. Dengan capaian, pengalaman dan pengetahuan, Plan International mendorong perubahan dalam praktek dan kebijakan tingkat lokal, nasional dan global.

Yayasan Plan International Indonesia didirikan untuk menjangkau lebih banyak anak dan anak perempuan di Indonesia, dan memberikan dampak pembangunan berkelanjutan melalui kemitraan jangka panjang dan penggalangan sumber daya  yang lebih luas.

Plan International tidak berafiliasi dengan agama, organisasi politik atau pemerintahan tertentu. Lebih dari 80 tahun, Plan International membangun kemitraan yang kuat untuk hak anak di lebih dari 70 negara.

Kegiatan pelatihan ini didukung YSLPP dan Lombok Disability Creative Center (LDCC), mitra implementasi dari Women and Disability Inclusive and Nutrition Sensitive WASH Project (WINNER) di Provinsi NTB.

Irfan Ariyanto, Koordinator WINNER di Provinsi NTB mengatakan, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan untuk masyarakat difabel yang kehilangan pekerjaan akibat dampak pandemik Covid-19.

“Dengan pelatihan ini mudah-mudahan bisa memberikan peluang usaha baru bagi mereka,” ujarnya.

Suryani, salah satu peserta pelatihan mengatakan bahwa pelatihan dari Plan Internasional Indonesia ini sangat bermanfaat baginya.

“Mudah-mudahan saya bisa mendapatkan peluang usaha baru dengan keterampilan ini,” tuturnya.

Semetara itu L. Wisnu Pradipta, Ketua LDCC mengatakan, keterampilan baru ini menjadi peluang baru bagi masyarakat difabel untuk bisa mandiri secara ekonomi. “Mudah-mudahan teman-teman difabel ini bisa terus berkarya dan bisa mandiri di tengah krisis akibat pandemi corona ini,” harapnya.

Direktur YSLPP, Rohiyanah menambahkan bahwa setelah pelatihan ini Plan Indonesia, LDCC dan YSLPP akan membantu mempromosikan produk pembalut ramah lingkungan hasil karya penyandang disabilitas ini kepada masyarakat.

“Meski baru belajar membuat pembalut kain ini, para peserta sudah bisa menghasilkan pembalut kain yang berkualitas. Kami akan mendukung mereka melalui kegiatan promosi dan produksi lebih lanjut,” tutupnya.[]

 

Redaksi

The subscriber's email address.