Lompat ke isi utama

63 Difabel baru dapat Jadup di Klaten

Jumlah difabel dengan kecacatan berat di Klaten belum divalidasi ulang. Sejauh ini baru tercatat ada 205 difabel dengan kecacatan berat. Difabel dengan kecacatan berat ini tidak bisa melakukan apa-apa secara nyata, dan harus mendapatkan bantuan dan santunan sosial dari Kemensos. Sementara ini di Klaten baru 63 orang yang terdaftar untuk mendapatkan jadup - jatah hidup, sementara sisanya masih menunggu kesempatan atau tahun depan, itupun jika kuotanya ada.

Berikut berita dari Solopos:

 

142 Difabel Cacat Berat di Klaten Belum Dapat Jadup

 

KLATEN–Sebanyak 142 difabel dengan kecacatan berat dari Kabupaten Klaten belum mendapatkan jaminan hidup (jadup) dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Kepala Bidang Sosial, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Klaten, Dewi Krisnawati, mengatakan sebenarnya pihaknya sudah mengusulkan 205 difabel dengan kecacatan berat mendapatkan jadup pada tahun ini. Akan tetapi, kuota jadup yang diberikan Kemensos cukup terbatas.

Dari 205 difabel itu, baru 63 difabel yang mendapatkan jadul sehingga masih terdapat 142 difabel dengan kecacatan berat yang belum mendapatkan bantuan sosial tersebut.

“Mereka yang belum dapatkan jadup kami usulkan ke Kemensos tahun depan. Namun kami belum tahu kuota jadup tahun depan ada berapa,” terang Dewi saat ditemui Solopos.com di sela-sela acara dan Sejahtera di Gedung Darma WPelatihan Strategi Pemasaran Menuju Difabel Mandiri anita Klaten, Jumat (28/12/2012).

Dewi menjelaskan, difabel tersebut dikategorikan cacat berat karena tak bisa beraktivitas. Difabel cacat berat ini tidak bisa produktif. Bahkan, untuk sekadar makan masih harus dibantu oleh keluarganya.

“Mereka mendapatkan jadup senilai Rp300.000/bulan. Dana itu langsung dikirimkan ke alamat difabel melalui kantor pos,” papar Dewi.

Wakil Sekretaris Tim Advokasi Difabel Klaten, Suhardi, mengatakan sebenarnya jumlah difabel dengan kecacatan berat di Klaten lebih dari 205 orang. Menurutnya selama ini data jumlah difabel di Klaten belum divalidasi ulang.

“Pemkab Klaten juga tidak memiliki data yang valid tentang jumlah difabel dengan kecacatan berat itu. Namun jika ada tambahan temuan di lapangan, kami akan mengusulkannya,” kata Suhardi.

Sumber : http://www.solopos.com/2012/12/28/142-difabel-cacat-berat-di-klaten-bel…

 

The subscriber's email address.