Lompat ke isi utama
Salah satu infografis soal Covid yang dibuat Sehati

Berbagi Pengetahuan Difabilitas Kepada Tenaga Medis

Solider.id, Sukoharjo- Salah satu peran Perkumpulan Sehati sebagai Organisasi Penyandang Disabilitas (OPD) dalam menghadapi Covid-19 adalah berbagi pengetahuan terkait difabilitas kepada tenaga medis.

Kerjasama tersebut terbangun ketika Sehati mendapat satu pasien seorang difabel netra berasal dari Kluster Gowa yang terapar corona. Pada awalnya, Sehati sebagai Satgas Peduli Covid-19 melakukan identifikasi identifikasi kepada semua orang yang berasal dari klaster Gowa.

Selain melakukan pendampingan, Sehati juga berkoordinasi dengan Yunia Wahdiyati, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sukoharjo. Didapat keterangan gugus tugas telah melakukan asesmen kebutuhan kepada 13 pasien positif di rumah sehat. Namun tidak menyentuh pada asesmen kebutuhan khusus bagi pasien netra.

Menjawab kekhawatiran dari pihak keluarga difabel netra, Sehati meminta kepada pemerintah untuk memfasilitasi karantina di luar rumah yakni di Rumah Sehat bersama 12 pasien lainnya. Sehati juga memastikan bahwa keluarga pasien positif tersebut juga mendapakan layanan rapid test dan memberikan sosialisasi, tak hanya kepada keluarga namun masyarakat di sekitarnya dan sudah ditangani dengan benar oleh tenaga kesehatan.

Hal ini dilakukan agar tidak terjadi stigma saat pasien tersebut hendak pulang ke rumahnya. Terkait pemenuhan kebutuhan sehari-hari keluarga pasien, disokong oleh para tetangga dan mendapat dukungan pula dari pondok pesantren yang lokasinya tak jauh dari rumahnya.

Permintaan tersebut ditanggapi Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo dan menganjurkan semua peserta kluster Gowa melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Dari sanalah Sehati diminta oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo untuk melatih para tenaga kesehatan bagaimana pendampingan terhadap pasien positif difabel, terutama adalah bagaimana cara berinteraksi dan berkomunikasi. Pelatihan dilakukan tepat sehari setelah dilakukan rapat koordinasi.

Menurt Edy Supriyanto, Ketua Sehati mengatakan kerjasama tersebut sangat penting supaya tidak ada kesenjangan dalam pelayanan kesehatan.

“Pasien positif netra diperlakukan sama dengan yang lain, itu saja sudah ada gap ya, jadi kami bersyukur dilibatkan oleh Dinkes dalam pelatihan nakes ini,” terangnya kepada Solider, saat ditemui di Posko Peduli Tanggap Covid-19.

Edy Supriyanto mengatakan saat ini pasien positif masih dikarantina di Rumah Sehat dengan memonitoring penerimaan sosial dan pemulihan sosial.

Sebelumnya, di masa awal pandemi, Sehati membangun Posko Peduli Tanggap Covid-19 yang bermarkas di kantor Perkumpulan Sehati. Di posko tersebut, Sehati tak hanya terkait mengurusi ketahanan pangan difabel terutama difabel rentan seperti lansia dan anak-anak, serta kelompok rentan lainnya dengan bekerja sama dengan pihak lain.

Namun juga membentuk pusat informasi dan sosialisasi terkait pandemi COVID-19. Sosialisasi tak hanya dilakukan secara individual kepada keluarga difabel dengan tetap memakai protokol kesehatan. Namun juga secara daring dengan membuat media-media informasi yang aksesibel, berupa infografis dan video.[]

 

Reporter: Puji Astuti

Editor: Robandi

The subscriber's email address.