Lompat ke isi utama
Salah satu captur dalam video Ucapan selamat lebaran UKM Peduli Difabel

Sambut Lebaran dengan Video Berhahasa Isyarat

Solider.id, Yogyakarta- Ada hal unik yang dilakukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Peduli Difabel dalam rangka menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1441 H pada Minggu (24/5) lalu. Mereka membuat sebuah video singkat berbahasa isyarat dengan durasi 2 menit 13 detik yang diunggah melalui akun sosial media UKM Peduli Difabel, seperti Instagram, Line, dan Twitter.

Pada video tersebut tampak beberapa orang sedang memperagakan gerakan demi gerakan yang membentuk sebuah bahasa.

Shafira Mudhawwirah, Kepala Departemen Humas UKM Peduli Difabel mengungkapkan, selain untuk memperingati lebaran, video ini dibuat dalam rangka tindak lanjut kelas bahasa isyarat yang sempat diadakan unitnya beberapa waktu lalu. Menurutnya, video ini juga dapat dimanfaatkan sebagai media penyemangat di tengah pandemic serta turut memperkenalkan bahasa isyarat kepada masyarakat luas.

Dari total 40 orang yang terdaftar sebagai murid kelas bahasa isyarat tahun ini, terdapat 16 murid ditambah 1 guru yang berpartisipasi dalam pembuatan video. Murid-murid tersebut tak lain merupakan anggota aktif UKM Peduli Difabel yang memiliki ketertarikan mempelajari bahasa isyarat.

“Kebetulan menjelang pertemuan akhir kelas bahasa isyarat ada salah satu murid yang mengusulkan untuk membuat video penyemangat di masa pandemi ini menggunakan bahasa isyarat. Bersyukur, usulan tersebut disambut baik sama teman-teman yang lain dan kita terusin ke guru bisindonya. Alhamdulillah gurunya juga mau membantu buat meragain gerakan isyaratnya,” ungkap perempuan yang akrab dipanggil Shafira itu melalui pesan instan whatsapp, Senin (25/5).

Lebih lanjut, Shafira menjelaskan bahwa kelas bahasa isyarat yang tadinya dilaksanakan di Teknik Geodesi harus diubah melalui sistem daring. Menyusul Surat Edaran Rektor yang berisi penangguhan segala aktivitas akademik dan kemahasiswaan di lingkungan UGM.

Alhamdulillah tahun ini kelas bahasa isyarat bisa terlaksana, meski setengah kelasnya harus dilaksanakan secara daring. Walaupun begitu, teman-teman tampak tetap antusias mengikutinya dari awal sampai akhir,” pungkas mahasiswa Fakultas Psikologi itu.[]

 

Reporter: Bima Indra

Editor: Robandi

The subscriber's email address.