Lompat ke isi utama
Ilustrasi PPDB 2020 bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kelas Inklusi pada PPDB SMA/SMK DIY 2020

Solider.id, Yogyakarta- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK 2020 bagi calon siswa difabel, secara tersendiri dikelompokkan dalam Kelas Inklusi. Pengelompokkan kelas inklusi merujuk pada petunjuk teknis (juknis) PPDB SMA/SMK 2020/2021.

Lebih detail, kuota Kelas Inklusi diatur pada juknis ketentuan PPDB oline jalur zonasi.  Pada poin pertama berbunyi, kuota paling sedikit 55% dalam jalur zonasi termasuk kuota bagi peserta didik penyandang disabilitas pada sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusi, yaitu paling banyak 2 (dua) peserta didik per rombongan belajar (rombel).

Dengan adanya ketentuan yang diatur melalui juknis PPDB oline tersebut, mempertegas bahwa siswa difabel dapat bersekolah di tempat terdekat atau di zona sebagaimana ketentuan dalam juknis.

Penerimaan calon siswa baru dalam jalur zonasi diatur berdasarkan zona yang terbagi dalam zona 1, zona 2, zona 3, dan zona 4. (Zona PPDB SMA/SMK terlampir). Selain jalur zonasi, ada tiga jalur lain PPDB SMA/SMK 2020. Yakni, jalur afirmasi 20% bagi siswa tidak mampu, perpindahan orang tua 5%, serta jalur prestasi sebesar 20%.

Jadwal PPDB

Sebagaimana tahun sebelumnya, proses PPDB kelas inklusi dilaksanakan secara langsung di sekolah pilihan (offline). Dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan, pencegahan, dan penanggulangan Covid-19.

PPDB kelas inklusi dijadwalkan lebih awal dari pada pelaksanaan PPDB dalam jaringan (daring) atau online, yaitu pada Rabu sampai dengan Jumat (10 - 12 Juni). Dengan jadwal seleksi pada Senin (15/6), pengumuman pada Selasa (16/6) di sekolah masing-masing, maupun secara daring atau on-line di portal PPDB Jogja Provinsi. Sedangkan daftar ulang dijadwalkan pada  Jumat, Senin, Selasa, dan Rabu, (3, 6, 7 dan 8 Juli 2020) bertempat di sekolah masing-masing.

Syarat pendaftaran

Pendaftaran diberlakukan syarat seperti, menyerahkan rapor semester 1 sampai dengan semester 5 jenjang SMP/MTs/Paket B/Wustha, fotokopi ijazah/STTB yang telah dilegalisir dengan menunjukkan aslinya atau surat keterangan lulus (bagi yang sudah memiliki). Surat keterangan atau rekomendasi hasil assesmen dari psikolog yang menyatakan siswa adalah berkebutuhan khusus dan mampu belajar di kelas reguler. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) orang tua/wali dan Kartu Keluarga (KK) dengan menunjukkan aslinya, serta pas foto berwarna 3x4 cm sebanyak 4 lembar.

Penentuan seleksi didasarkan pada calon siswa yang mendaftar lebih awal. Calon peserta didik yang telah diterima pada kelas inklusi tidak dapat mengikuti PPDB reguler.

Optimalkan kuota

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Disdikpora DIY Didik Wardaya mengaku telah melakukan sosialisasi terkait kelas inklusi PPDB SMA/SMK kepada kepala sekolah SMA/SMK serta SMP. Sedangkan sosialisasi secara daring telah dilaksanakan pada 15/5.

Menurut Didik, hal itu dilakukan agar sekolah SMA/SMK lebih siap, demikian pula sekolah-sekolah SMP tahu dan dapat menjelaskan kepada para siswa kelas IX. Sehingga kelas inklusi dapat optimal dan terpenuhi.

“Sosialisasi seharusnya sampai dengan baik kepada para siswa kelas IX, baik di sekolah reguler maupun sekolah luar biasa. Jangan sampai kejadian tahun sebelumnya terjadi lagi, PPDB kelas inklusi tidak ada yang mendaftar,” ujar Didik Wardaya ketika dihubungi Solider, Kamis (21/5).[]

 

Reorter: Harta Nining Wijaya

Editor: Robandi

The subscriber's email address.