Lompat ke isi utama
daftar sekolah di Kota Yogyakarta dalam PPDB RTO

222 Kursi bagi Siswa Difabel pada RTO PPDB SD 2020

Solider.id,Yogyakarta. Pemerintah Kota Yogyakarta mengalokasikan kursi atau kuota bagi calon siswa difabel pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2020. Kuota tersebut diberlakukan pada jenjang Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Jika pada tulisan sebelumnya https://www.solider.id/baca/5932-kuota-5-persen-difabel-ppdb-smp-2020 telah dirilis kuota 5% bagi calon siswa difabel pada jenjang SMP. Kali ini, kuota sebanyak 222 kursi diperuntukkan bagi calon siswa difabel jenjang SD. Jumlah tersebut lebih dari 10% keseluruhan daya tampung  SD negeri di Kota Yogyakarta, pada PPDB Real Time Online (RTO) yang berjumlah 2.072 siswa.

Keterbukaan peluang dan kesempatan tersebut, perlu disambut baik dan dioptimalkan oleh para orang tua. Berikutnya panitia PPDB RTO di tiap-tiap sekolah negeri Kota Yogyakarta melaksanakan tugas dengan profesional.

Semua inklusif

Mengadaptasi peraturan baru tersebut, Thomas Riyadi salah satu guru sekolah Inklusi berpandangan bahwa optimalisasi dan inovasi sistem PPDB perlu dipersiapkan. Yakni perlu ada alur pendaftaran siswa difabel, di samping alur reguler, afirmasi, prestasi, mutu, dan perpindahan tugas orang tua.

“Penambahan alur bagi pendaftar difabel pada sistem, bakal mengakomodir siswa difabel memenuhi kuota yang ada. Sehingga siswa difabel tidak berkumpul di sekolah-sekolah tertentu saja. Difabel bisa sekolah di sekolah terdekat, karena semua sekolah sudah inklusi,” ujar guru SD Tamansari itu.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) ULD Kota Yogyakarta, Aris Widodo mengatakan bahwa penambahan alur penerimaan siswa difabel belum dapat ditambahkan pada sistem PPDB tahun ini. Melainkan PPDB akan dilaksanakan manual, dijadwalkan satu minggu lebih awal dari jadwal  PPDB reguler (25 dan 26 Juni).

“PPDB SD bagi siswa difabel dijadwalkan pada 18 - 22 Juni 2020. Ini satu minggu lebih awal dari jadwal PPDB RTO reguler. Dengan syarat: (1) penduduk Kota Yogyakarta, (2) membawa hasil assesment atau surat keterangan dari psikolog,” jelas Aris pada Solider, Senin (18/5).

Tidak ada penolakan

Mengapa perlu surat keterangan? “Karena surat keterangan ini akan menjadi pedoman dalam proses layanan pendidikan tiap-tiap sekolah. Dengan surat keterangan ini pula maka no reject. Tidak lagi ada penolakan calon siswa difabel oleh sekolah, dengan alasan apa pun,” tegas Aris.

Lanjutnya, surat keterangan atau assesment dapat diperoleh dari psikolog terdekat. Bisa juga mendatangi Kantor UPT Unit Layanan Disabilitas (ULD) Kota Yogyakarta, yang berkantor di komplek SD Pujokusuman, Jalan Kolonel Sugiono, pada jam kerja.

Bagi calon siswa yang belum melakukan assesment dan tidak memiliki surat keterangan sampai saat pendaftaran, dapat mengunjungi Kantor Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Jalan Hayamwuruk, Unit Layanan Disabilitas (ULD) Kota Yogyakarta akan membuka posko layanan assesment selama pelaksanaan pedaftaran,18-22 Juni 2020.  

 

Reporter: harta nining wijaya

Editor     : Ajiwan Arief

The subscriber's email address.