Lompat ke isi utama
dua orang difabel berfoto di dekat rumahnya

Puspadi Bali Minimalisir Dampak Covid – 19

Solider.id, Denpasar - Puspadi Bali adalah yayasan yang memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup difabel daksa. Sejak berdirinya tahun 1999 oleh putra Bali I Wayan Latra, Puspadi sudah banyak membantu difabel daksa baik berupa soft skill, penyaluran tenaga kerja dan alat bantu.

Sejak pandemi Covid -19 ini melanda Indonesia dan masuk ke Bali, seluruh kegiatan Puspadi Bali dihentikan. Mereka harus menutup kantor serta menghentikan pelayanan terhadap klien karena pemberlakuan fisical distancing dan work from home. Menurut Agus Wirawan staf komunikasi di Puspadi mengatakan bahwa mereka tidak bisa lagi melayani klien sebagaimana biasanya. “kegiatan  utama yang terdampak akibat pandemi ini adalah produksi alat bantu kita. biasanya klien akan datang untuk pengukuran dan pemasangan serta pelatihan alat bantu, tapi hal tersebut tidak bisa dilakukan karena kantor kami harus tutup!” tuturnya melalui pesan suara whats-app.

Kegiatan evaluasi dan monitoring yang biasanya dilakukan secara langsung dengan klien kini dilakukan melalui telepon baik itu panggilan suara whats-app maupun vidio call. Kegiatan ini dilakukan untuk tetap memantau para klien di tengah pandemi ini. Baik itu untuk mengetahui kondisi klien seperti kenyamanan dalam penggunaan alat bantu, kondisi alat bantu, kemudian di sisi lain dengan adanya wabah Covid-19 ini bagaimana dengan dampak ekonomi yang klien mereka alami. Dengan mengetahui bagaimana kondisi klien mereka, Puspadi dengan sigap mencari cara atau membuat program yang dapat membantu meringankan kondisi klien baik secara ekonomi maupun fasilitas lainnya.

Adapun beberapa program yang sudah ataupun yang akan dijalankan oleh Puspadi Bali untuk difabel daksa yakni peduli pangan. Hal pertama yang telah dijalankan oleh Puspadi Bali saat pandemi Covid-19 ini melanda adalah memberikan bantuan sembako pada lebih dari 100 difabel daksa di wilayah Bali. “kami telah mendistribusikan 100 lebih paket sembako, paket sabun dan masker bagi difabel daksa. Dari hasil monitoring kami menunjukan bahwa banyak klien yang kehilangan pekerjaannya sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka juga kesusahan.” Terang Agus staf komunikasi Puspadi Bali itu. Selain itu, staf produksi Puspadi Bali juga tetap melayani klien mereka melalui telepon dalam hal menjaga serta merawat ataupun memperbaiki alat bantu fisik mereka sehingga tetap dapat digunakan jika ada kerusakan ringan.

Ke depannya, Puspadi Bali telah mempersiapkan sebuah program baru sebagai tanggap akan dampak pandemi untuk jangka panjang bagi klien difabelnya. Program tersebut yakni membuat website untuk mensponsori satu difabel daksa yang membutuhkan. Program ini diutamakan bagi anak/remaja dengan disabilitas. “nantinya kami akan membuatkan platform untuk menyalurkan seseorang yang ingin menjadi donatur bagi difabel daksa yang membutuhkan. Kemudian kami akan memberikan daftar dari difabel daksa yang akan menjadi penerima bantuan!” jelas Agus melalui pesan suara whats-app. Para donatur ini nantinya dapat memilih lama memberi bantuan dari minimal satu bulan atau bahkan bisa berkelanjutan. Untuk menjaga transparansi bantuan, Puspadi membuka live chat antara donatur dengan difabel penerima bantuan. Hal tersebut bertujuan untuk agar para donatur mengetahui bantuan yang diberikan serta kondisi penerima bantuan secara langsung. ]

Menghadapi situasi pandemi Covid-19 ini adalah hal yang tidak mudah terlebih bagi kelompok masyarakat rentan diantaranya kaum difabel. Puspadi Bali berkomitmen untuk berusaha dan berjuang bersama-sama difabel khususnya difabel daksa di wilayah Bali agar mampu melalui kondisi yang tidak nyaman dan menyenangkan ini. “kami berupaya semaksimal yang kami bisa! Karena kami adalah organisasi yang sangat bergantung pada donatur serta pelaku usaha, semoga badai ini segera berlalu dan kehidupan kembali normal lagi sehingga kami dapat memberikan pelayanan dengan maksimal bagi difabel!” tandasnya mengakhiri wawancara.

 

Reporter: Ayu Wandari

Editor    : Ajiwan Arief  

The subscriber's email address.